Advertisement

al-Biruni, atau lengkapnya Abu Raihan Muhammad ibnu Ahmad al-Biruni (973­1048/362-448 H) adalah ilmuwan mus­lim yang berpengetahuan amat luas. Selain ahli dalam matematika, fisika, astronomi, kedokteran, dan metafisika, ia juga ahli sastra, ahli ilmu bumi, dan ahli sejarah. la lahir dan wafat di Khuwarizmi, Asia Te­ngah. Kendati demikian tidaklah ia hanya bermukim di situ saja. Ia banyak menjela­jahi negeri-negeri di Asia Tengah dan Persia bagian utara. Ia dan Ibnu Sina pernahsela­ma beberapa tahun di akhir abad ke-4 Hijrah berada dalam satu himpunan sarja­na-sarjana di Kurkang (Khuwarizmi), tapi kemudian terpaksa berpisah (402 H), karena ia berangkat ke Gaznah untuk me­menuhi ajakan Sultan Mahmud al-Gazna­wi supaya bekerja di istananya, sedang Ibnu Sina tidak mau dan menyingkir ke tempat lain. Al-Biruni ikut menyertai eks­pedisi Sultan ke India dan dengan demi­kian ia sebagai ilmuwan dapat langsung menyaksikan, mengamati, atau meneliti berbagai aspek yang ada di India, baik adat-istiadat masyarakat, kepercayaan me­reka, ataupun ilmu-ilmu yang berkembang di sana.

Karya tulisnya cukup banyak, tapi yang dapat diketahui sekitar 180 buah buku atau risalah. Bukunya, Tarikh al-Hindi, adalah karya pertama dan terbaik yang dapat dihasilkan oleh sarjana muslim ten-tang India. Dalam buku itu ia selain mem­bicarakan adat istiadat dan kepercayaan­kepercayaan yang ada di masyarakat India, juga membicarakan antara lain ilmu hi­tung India, hal-hal yang khusus mengenai catur, persoalan-persoalan ilmu bumi matematis (seperti proyeksi dan azimut); ia memperkirakan bahwa lembah sungai Indus pada zaman dahulu kala terbenam dalam laut, dan kemudian menjadi penuh karena terisi oleh alluvium. Ia juga melu­kiskan sejumlah makhluk yang mengeri­kan atau mendahsyatkan, termasuk lukis­an tentang anak kembar yang badannya berdempet menjadi satu. Buku alAt eir alKcigiyah ‘an alQurt7n alKhaliyah (Pe­ninggalan dari Abad-Abad yang Telah Ber­lalu) termasuk unik. Di situ ia membicara­kan kalender acara pesta, perayaan, atau festival berbagai bangsa yang berasal dari zaman keno. Bukunya yang lain yang khusus ia persembahkan kepada Sultan Mas`ud (putra Sultan Mahmud) adalah al­Qanun alMas`udi fi alHai’ah wa anNu­jum, sebuah buku tentang seluruh ilmu perbintangan. Buku ini memperoleh peng­hargaan di Eropa seperti yang diperoleh oleh karya Ibnu Sina dalam bidang kedok­teran (alQam7n ft’ atTibb).

Advertisement

Al-Biruni membicarakan dengan cerdas teori tentang rotasi bumi, yang pada wak­tu itu masih diperdebatkan, dan menetap­kan dengan teliti garis-garis lintang (latitu­de) dan garis-garis bujur (longitude) serta menegaskan bahwa hipotesa-hipotesa astronomi bersifat relatif. Dalam buku yang berjilid-jilid, ia membicarakan sejum­lah besar batu dan logam, baik dari sudut fisika, maupun dari sudut kedokteran dan dagang. Ia tuliskan banyak keterangan penting tentang asal-usul batu-batu dan obat-obat India maupun Cina. Ia juga me­nyumbangkan suatu keterangan tentang bekerjanya sumber-sumber dalam alam menurut hukum hidrostatika.

Advertisement