Advertisement

Al-Amin, adalah julukan yang diterima Nabi Muhammad, bahkan sebelum masa kenabiannya. AlArnin yang berarti “yang terpercaya” telah menjadi predikat Nabi Muhammad semenjak masa mudanya. Ke­percayaan yang diterimanya untuk men­jalankan perdagangan seorang saudagar kaya bernama Khadijah yang kemudian menjadi istrinya adalah salah satu bukti awal akan kejujuran yang ia miliki. Me­nurut satu sumber, kepercayaan orang­orang Quraisy terhadap Nabi Muhammad terealisir bahkan sebelum ia diutus, yaitu sewaktu ia berhasil mendamaikan tokoh­tokoh Quraisy untuk bersama-sama me­ngembalikan “batu hitam” (alljajar al­aswad) pada tempatnya di Ka’bah. Peristi­wa ini terjadi ketika Ka’bah mengalami kerusakan akibat banjir besar. Setelah selesai dibangun kembali tokoh-tokoh Quraisy berselisih tentang siapa yang pa­ling berhak meletakkan kembali “batu­hitam” pada sisi Ka’bah. Usul Muhammad untuk menaruh “batu hitam” di atas se­lendangnya guna diangkat bersama-sama ternyata diterima mereka. Kenyataan ini menunjukkan secara gamblang bahwa Nabi Muhammad, di ketika masih relatif muda telah memenangkan simpati dan ke­percayaan orang-orang Mekah. Julukan al-Amin yang disandangnya adalah satu buk­ti tak terbantahkan buat polisi Nabi Mu­hammad yang terpuji di masyarakatnya.

Advertisement
Advertisement