Advertisement

Mencari Ciri Penting, Identifikasi segmen-segmen minimum, yang harus dilakukan sebelum identifikasi fonem, mengharuskan kita membandingkan ko­drat fonetis dari segmen yang dipilih dengan kodrat segmen yang lain yang mungkin muncul dalam konteks yang sama atau, dengan kata lain, yang beroposisi dengannya. Misalnya, segmen pertama dari kata douche ‘pancuran’ beroposisi dengan segmen pertama dari kata souche ‘tunggul’. Dalam douche dapat diamati adanya suatu letupan, yang didahului oleh tertutupnya saluran udara yang terjadi di gigi atas oleh ujung lidah dan disertai oleh getaran pita suara; sedangkan dalam kasus yang kedua, diamati adanya gesekan udara yang terjadi di antara alveolar atas dan bagian dalam punggung lidah, tanpa di­sertai getaran pita suara. Sampai pada titik analisis ini, kita belum tahu apakah perbedaan ciri itu akan selalu berpasangan atau tidak. Seandainya kemudian terbukti bahwa dalam bahasa Perancis, letupan apiko-dental selalu disertai suara dan bahwa geseran predorsal­alveolar selalu tak bersuara, artinya masing-masing bunyi itu meru­pakan hasil pilihan penutur, kita harus menganggap masing-masing kompleks artikulasi itu sebagai ciri penting atau distingtif dan tung­gal. Namun, begitu kami mengikutsertakan kata touche ‘sentuhan’, kami melihat bahwa segmen pertama dari kata itu beroposisi dengan awal kata douche, bukan karena artikulasi ujung lidah yang sama, namun karena tidak adanya getaran pita suara. Jadi untuk merealisasi douche, pada awalnya penutur harus melakukan pilihan: (1) me­ngenai artikulasi oklusif apikal yang sama bagi douche dan touche, (2) mengenai artikulasi glotal khusus yang membedakan douche dari touche. Jika sekarang, kami bandingkan dengan mouche ‘lalat’, kami mengamati bahwa douche berbeda dengan kata itu karena oklusi awalnya adalah apikal dan bukan labial dan karena is disertai oleh naiknya uvula yang menghalangi udara masuk ke rongga hidung, se­dangkan segmen pertama dari mouche, terjadi sebelum letupan labial yang mengandung aliran udara melalui hidung. Sampai di sini tidak ada satu petunjuk pun bahwa dalam bahasa Perancis, oklusi labial bersuara tidak selalu disertai aliran udara melalui hidung. Namun, disertakannya bouche menunjukkan bahwa oklusi labial dan kualitas sengau tidak terpisahkan dan akibatnya merupakan dua ciri distingtif, sedangkan -nouche dari nama Minouche menunjukkan bahwa kita dapat mengkombinasikan oklusi apikal dengan kualitas sengau. Hal ini berarti bahwa lafal dari segmen pertama kata douche mensyaratkan pilihan ketiga: naiknya uvula yang membedakannya dari segmen pertama -nouche. Mengikutsertakan touche ‘lapisan’ tidak memunculkan unsur baru; dalam hal ini oklusi merupakan dor­sal dan bukan apikal dan tanpa disertai getaran pita suara, namun hal ini tidak mengeluarkan kembali satu ciri khusus pun dari artiku­lasi segmen pertama dari kata douche. Awal kata louche ‘irus’ (Jawa) juga memperlihatkan artikulasi apikal, namun dengan aliran udara dapat disebut sebuah lateral. Mengingat sebuah lateral yang tidak apikal tidak dapat ditemukan baik di depan -ouche atau di mana pun dalam Bahasa Perancis, harus dianggap bahwa dalam hal ini ada pilihan tunggal dan sebagai akibatnya hanya ada satu ciri penting: segmen pertama dari louche beroposisi sebagai lateral dengan semua segmen lain yang dapat muncul di depan -ouche. Karena ciri apikal di sini tidak dianggap penting, dalam kasus segmen pertama dari douche tidak perlu dipisahkan suatu ciri penting yang sifatnya non-lateral. Jadi, untuk segmen itu kita ingat tiga ciri penting: (1) oklusi apikal, (2) adanya suara, (3) bukan sengau.

Advertisement
Advertisement