Advertisement

Komposisi Kimia Dinding Sel, Komponen utama penyusun semua dinding sel adalah selulosa, sebuah molekul tunggal yang terdiri atas unit-unit rantai glukosa yang panjang lurus tak bercabang dengan ujung-ujung saling berhubungan. Setiap molekul seperti itu mengandung glukosa dalam jumlah tak terbatas, kadangkadang lebih dari 10 000 unit glukosa. Beratus-ratus molekul seperti rantai itu terjalin dalam benang-benang lebih besar yang disebut mikrofibril. Ukurannya masih saja cukup tipis, sehingga hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop elektron (2.4). Meskipun rantai-rantai selulosa selalu mengikuti arah umum mikrofibril, terdapat variasi dalam hubungan antarmereka di berbagai daerah sepanjang serat tadi. Di beberapa daerah rantai-rantai itu tersusun benar-benar sejajar satu sama lain untuk membentuk semacam berkas teratur yang bersifat sebagai kisi-kisi kristalin. Daerah tersebut dinamakan misel atau daerah kristalin. Di daerah lain (yaitu pada jarak tertentu di antara bagian yang membentuk misel dan bagian lain), rantai-rantai itu tersusun kurang beraturan dan membentuk daerah-daerah nonkristalin, yang disebut daerah antarmisel. Susunan seperti ini, dengan beratus-ratus molekul selulosa rapi tersusun dalam bentuk mikrofibril, dapat dikatakan mirip seutas kawat baja.

Pada suatu susunan yang lebih tinggi, mikrofibril itu sendiri saling menjalin (kadang-kadang dalam kelompok berkas be-sar) membentuk suatu jaringan tiga dimensi yang merupakan kerangka struktur dinding sel. Air dan bahan-bahan dinding lain selain selulosa terdapat dalam ruang-ruang di dalam dan di antara mikrofibril kerangka selulosa. Penambahan bahan-bahan tersebut pada kerangka tadi disebut pengerakan, suatu istilah yang secara terbatas berarti pengendapan pada, tetapi di sini digunakan dengan arti pengendapan di antara. Bahan-bahan yang menyebabkan pengerakan itu dapat ditanggalkan dari dinding sel tanpa mengganggu keutuhan kerangka selulosa. Dari foto-foto yang dibuat di bawah mikroskop elektron, dapat diamati bahwa bentuk sel berhubungan dengan susunan mikrofibril di dalam dindingnya (2.5). J ika mikrofibril diarahkan secara acak maka sel itu akan cenderung tumbuh sama pada semua arah sehingga terjadi sel berbentuk membulat. Di lain pihak, jika sebagian besar mikrofibril diletakkan pada suatu arah tertentu, maka sel akan tumbuh secara tegaldurus pada arah umum mikrofibril, lalu terjadilah bentuk silindris. Keadaannya lebih ruwet daripada gambaran tadi, karena mikrofibril-mikrofibril itu dapat diarahkan berbeda-beda dalam berbagai lapisan dinding sel yang sama. Mikrofibril selulosa sangat cocok memainkan peran penting dalam struktur dinding sel karena mereka membentuk suatu lapisan yang tidak hanya secara bebas dapat ditembus air dan bahan-bahan terlarut, tetapi juga sangat kuat (sehelai mikrofibril selulosa hampir sama kuatnya dengan kawat baja dengan lebar sebanding).

Advertisement

Tidak seperti pati (yang juga merupakan polimer glukosa), selulosa tidak bereaksi dalam larutan yodium encer atau beralkohol. Tetapi selulosa akan memberi pewarnaan biru bila dicampur dengan larutan klor-seng-yodium (disebut larutan Schultze) yang terdiri atas yodium dilarutkan dalam larutan encer seng klorida dan kalium yodida.

Meskipun selulosa merupakan unsur pokok semua dinding sel, sifat fisik dan kimia dinding sel yang khusus untuk fungsi tertentu dapat dimodifikasi sebagai akibat pengendapan bahan pengerakan seperti lignin, kutin, dan suberin.

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,