Advertisement

Klasifikasi Angiosperma -ASAS-ASAS KLASIFIKASI, MENGGOLONG-GOLONGKAN benda merupakan kegiatan se-hari-hari yang digunakan sebagai suatu cara untuk meletak-kan dan menyimpan benda-benda dalam satu susunan. Seseorang yang menggunakan suatu perpustakaan akan mengetahui bahwa biasanya ada 2 katalog buku, yaitu kartukartu indeks yang disusun secara abjad menurut nama keluarga pengarang, dan yang lain adalah kartu-kartu yang dikelompokkan menurut subjek buku itu. Kedua klasifikasi ini perlu untuk pengelolaan suatu perpustakaan secara efisien, tetapi klasifikasi yang paling tepat digunakan bergantung kepada apakah Anda ingin mengetahui suatu judul menurut pengarang tertentu yang dimiliki oleh perpustakaan itu, atau buku apa yang tersedia di perpustakaan menurut subjek tertentu. Klasifikasi tumbuhan juga mengikuti asas yang sama yang mengatur klasifikasi objek apa pun, dan ini berarti bahwa tumbuhan, seperti halnya buku dapat diklasifikasikan melalui berbagai cara menurut keperluannya.

Jelaslah bahwa berbagai tumbuhan memperlihatkan berma-cam-macam derajat kesamaan satu sama lain, dan kemiripan itu sering tercermin pada nama daerah tumbuhan. Misalnya, banyak tumbuhan yang disebut kacang, yang kesemuanya memiliki polong yang panjang berisi biji yang berbentuk ginjal. Menurut konsep evolusi, adanya kesamaan yang konstan pada berbagai tumbuhan (yaitu sifat yang tidak dipengaruhi oleh perubahan lingkungan) membuktikan bahwa tumbuhan termaksud saling berkerabat yang diturunkan dari nenek-moyang yang sama. Ahli-ahli botani mencoba mengklasifikasikan tumbuhan yang diperkirakan akan menunjukkan kekerabatan evolusi yang dideduksi dari kemiripan tumbuhan, yaitu berusaha menyusun sejauh mungkin suatu klasifikasi yang ‘alami’. Dalam prakteknya dijumpai bahwa klasifikasi yang berlandaskan atas kesamaan satu atau beberapa sifat saja jarang menunjukkan kekerabatan yang sebenarnya pada tumbuhan itu; klasifikasi demikian disebut klasifikasi buatan. Umpamanya, seseorang dapat mengklasifi-kasikan tumbuhan menurut warna. Atas dasar ini tanaman kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) berbunga merah yang umum dipelihara di kebun dapat dikelompokkan dengan flamboyan (Delonix regia), yang sebenarnya sedikit persamaannya, tetapi justru dipisahkan dari kembang sepatu yang berbunga kuning, yang jelas dibedakan hanya dari warna bunga. Sebaliknya, klasifikasi alami itu dibuat berdasarkan korelasi sejumlah besar karakter, sehingga dua tumbuhan yang memiliki sejumlah karakter yang bersamaan dianggap lebih dekat kekerabatannya yang satu terhadap yang lain daripada dua tumbuhan yang hanya memiliki beberapa karakter. Jadi tujuan botani sistematik ialah menyusun suatu sistem pengelompokan atau sistem indeks yang menyatakan dengan tepat seberapa jauh tumbuhan yang satu berkerabat dengan yang lainnya.

Advertisement

 

Advertisement