Advertisement

KELOMPOK PERTAUTAN DAN PEMETAAN KROMOSOM, Fenomena tentang pertautan (linkage) pada Drosophila , tetapi penjelasan mengenai hal itu tidak diberikan. Setelah meiosis dan pembentukan kiasma diuraikan, maka kini mungkin untuk memberikan penjelasan tentang kejadian fenomenon tersebut. Pada silangan pertama yang melukiskan pertautan, hibrid F1 (Bb Vv) disilangujikan dengan lalat yang resesif ganda yang memiliki tubuh hitam dan sayap vestigial (bb vv). Tujuh belas persen dari keturunannya adalah rekombinan, dan kedua tipe yang mungkin terjadi hampir sama jumlahnya (106 dan 111). Karena tetua yang resesif ganda hanya dapat menghasilkan satu macam garnet,. maka tetua hibrid F1-lah yang menghasilkan 4 macam garnet yang berbeda, dengan garnet tipe tetua. Dalam pembahasan terdahulu mengenai pertautan dinyata-kan bahwa kekuatan pertautan antara dua gen diukur dengan persentase rekombinasinya, yaitu persentase rekombinan dalam jumlah total keturunan dari suatu silangan. Kini akan dapat dilihat juga bahwa pertautan ini menunjukkan frekuensi pemberitukan kiasma antara tempat kedudukan (loci) dari kedua gen yang bertautan. Jika kemungkinan pembentukan kiasma pada satu titik sama dengan pada titik lain sepanjang bivalen, maka semakin besar jarak antara dua gen pada kromosom semakin besar kemungkinan terbentuknya kiasma antara kedua gen itu. Jika kiasma terbentuk secara acak, maka nilai persentase rekombinasi juga merupakan ukuran jarak antara dua gen yang bertautan. Dengan asumsi bahwa kiasma terbentuk secara acak di sepanjang kromosom, maka posisi relatif berbagai gen yang terletak dalam kromosom mungkin dapat dipetakan. Untuk memberi an bagaimana pemetaan ini dapat dilakukan, marilah kita berasumsi bahwa pertautan telah ditemukan antara gen A/a dan B/b, dan bahwa rekombinasi antara mereka adalah 17.5 persen. pertama merupakan peta yang benar. Dalam pengan peta kromosom dari data rekombinasi, suatu persentase rekombinasi dari 1 diambil sebagai unit untuk menyatakan hubungan pertautan.

Persentase rekombinasi dari beberapa ratus gen telah diuji dalam Drosophila bagi hewan dan dalam jagung bagi tumbuhan. Bila diingat kembali rekombinasi 50 persen menyatakan bahwa pertautan tidak ada sama sekali, dan nilai 0 menyatakan pertautan penuh. Pada Drosophila, yang memiliki empat pasang kromosom homolog, ratusan gen yang telah diuji dapat digolongkan dalam empat kelompok pertautan. Gen-gen dari kelompok yang berbeda bersegregasi secara independen dan gen-gen dalam satu kelompok mempertahankan susunan linear yang konstan. Keempat kelompok pertautan ini merupakan ekivalen genetika dari keempat pasangan kromosom homolog. Kesimpulan yang diambil dari Drosophila dapat pula diterapkan pada organisme lain dan ternyata bahwa jumlah kelompok pertautan itu selalu sama dengan jumlah pasangan kromosom homolog.

Advertisement

 

Advertisement