Advertisement

KECEPATAN FOTOSINTESIS Pengukuran Kecepatan Fotosintesis, Dari persamaan ringkasan untuk fotosintesis jelaslah bahwa kecepatan proses ini secara teori dapat diukur, baik dari pemakaian karbon dioksida dan air, maupun dari produksi bahan organik dan oksigen. Dalam praktek, karena jaringan fotosintetik, kandungan airnya selalu mengalami banyak fluktuasi sebagai akibat kegiatan lain selain fotosintesis (misalnya respirasi), maka tidak mungkin untuk mendeteksi penurunan kandungan air yang relatif kecil yang terjadi karena fotosintesis. Kenaikan bahan organik (yang biasanya diketahui dengan pengukuran berat kering) hanya dapat ditentukan dengan cara merusak bahan yang diuji untuk tiap penentuan. Oleh karena itu, metode yang berdasarkan perubahan jumlah karbon dioksida atau oksigen, yang dalam hal apa pun lebih baik untuk diukur daripada bahan organik, merupakan sebuah cara yang paling sering digunakan. Prinsip yang mendasari kedua metode itu adalah sama, yaitu sebagai berikut.

Bahan tumbuhan percobaan dimasukkan ke dalam kamar tembus cahaya yang disinari, dan dialiri suatu arus udara tetap. Volume udara yang mengalir ke bahan yang berfotosintesis per satuan waktu diukur dengan meteran aliran gas. Sedikit contoh udara masuk yang telah diukur diambil dan kandungan karbon dioksida serta oksigennya diukur. Contoh pembanding diambil dari udara yang keluar dan dianalisis dengan cara yang sama. Dari perbedaan pembacaan pada dua pengukuran itu kecepatan pengambilan karbon dioksida atau pengeluaran oksigen dapat dihitung. Karena perubahan kecil pada konsentrasi karbon dioksida lebih mudah diamati daripada perubahan kecil pada konsentrasi oksigen, pengambilan karbon dioksidalah yang biasanya diukur dan bukan pengeluaran oksigen.

Advertisement

 

Advertisement