Advertisement

Kebebasan Sintaktis dan Kehematan, Tetapnya jenis maupun jumlah fonem dan kebebasan pilihan oleh penutur merupakan keuntungan yang besar pada saat penutur harus menyusun berbagai monem di dalam ujaran. Memang sangat hemat dan penting, dan itu bukan saja mengenai cirinya yang oposisi­onal, namun juga tempat mereka: misalnya fonem bahasa Indonesia /m /, /a/, /1/ dan /u/. Seandainya posisi di dalam penanda tidak penting, fonem itu hanya mungkin bersama-sama membentuk satu­satunya penanda yang dilafalkan secara sembarang [umla], [almu], [luma], dsb. Justru karena tempatnya tidak sembarang, mereka dapat membentuk tiga kata yang berbeda /malu/, /mula/, dan /ulam/, artinya malu, mula, dan ulam. Memang, pentingnya tempat tertentu bagi berbagai monem (dalam Aria mencium Rara, misalnya) bersifat hemat, namun adanya kebebasan di dalam penyusunan berbagai mo­nem atau tanda-tanda yang lebih sengkarut, memberikan keuntung­an yang jelas bagi penutur, karena kebebasan itu memungkinkan penutur menguraikan pengalaman yang akan disampaikan menurut susunan yang sesuai dengan kondisi khusus di mana penutur itu ber­ada. Kebebasan konstruksi itu dapat dijamin dengan berbagai cara, seperti yang akan dijelaskan berikut ini.

Advertisement
Advertisement