Advertisement

KEDUDUKAN MICRO TEACHING DALAM INOVASI, Micro teaching merupakan inovasi di dalam mengajar. Me-nurut Prof. Dr. R.M. Thomas, kesan-kesan secara umum menunjukkan adanya dua jenis Micro teaching:

1).. Micro teaching dengan mempergunakan alat-alat (TV atau -Video Tape).

Advertisement

2). Micro teaching tanpa alat tetapi dengan mempergunakan skala penilaian yang didasarkan pada kesepakatan kelom-pok.

Di antara kedua Micro teaching itu, maka Micro teaching yang kedua adalah lebih cocok untuk negara-negara berkembang di antaranya Indonesia.

Ada beberapa kriteria yang melatarbelakangi bahwa Micro teaching tanpa alat adalah lebih cocok ialah:

  1. Setiap pelajar menjadi lebih aktif (belajar lebih baik).
  2. Tanpa alat orang sudah dapat mengadakan penilaian (dengan skala penilaian).
  3. Ongkos lebih murah

Kelemahannya:

  1. Kesulitan guru mengontrol kelas
  2. Tidak dapat melihat diri mengajar.

Sebagai kesimpulan uraian tentang Micro teaching dapatlah di-simpulkan mengenai:

  1. Kebaikan Micro teaching
  2. Kelemahan Micro teaching
  3. Saran-saran dalam menyelenggarakan Micro teaching.

 

  1. Kebaikan Micro teaching.

1).           Micro teaching merupakan pengalaman laboratoris

2).           Micro teaching dapat menunjang pelaksanaan Praktek Keguruan.

3).           Micro teaching dapat mengurangi kesulitan/kerumitan pengajaran di kelas, telah terlatih lebih dahulu segala ketrampilan di muka kelas, dalam situasi belajar yang lebih sempit, jumlah murid lebih sedikit, ruang lingkup pengajaran lebih terbatas, serta sudah terlatih untuk mengatasi kesulitan kegiatan belajar mengajar di kelas.

4).           Micro teaching memungkinkan ditingkatkannya penga-wasan yang ketat dan evaluasi yang mantap, teliti dan obyektif.

5).           Dengan adanya feed-back dalam Micro teaching, yang berupa knowledge of resulte dapat diberikan langsung secara mendalam.

6).           Dengan Micro teaching diharapkan mahasiswa mempu-nyai bekal yang lebih kuat, luas dan mendalam.

7).           Dengan Micro teaching mahasiswa mendalami kompo-nen-komponen ketrampilan secara mendalam, yang ha-rus dimiliki oleh seorang guru.

8).           Mahasiswa dilatih mempunyai sikap kritis, terbuka dan bersifat obyektif.

9).           Micro teaching memupuk percaya pada diri sendiri bagi mahasiswa.

10).        Micro teaching mengembangkan mahasiswa untuk aktif, inisiatif, kreatif serta bekerja yang efektif, produktif, efisien yang .disertai penuh tanggung jawab.

11).        Adanya catatan sebanyak-banyaknya tentang cara me-ngajar yang dapat dipakai sebagai bahan diskusi, dan kritik yang membangun.

12).        Sebagai wadah untuk mencari model ketrampilan me-ngajar yang sesuai.

13).        Menampung proses mengajar ulangan, sehingga ada ke-sempatan untuk memperbaiki secara langsung praktek.

14).        Mengembangkan kemampuan mawas diri, melihat kelemahan/kebaikan serta mendorong untuk memperbaikinya.

  1. Micro teaching merupakan jembatan antara teori dan praktek mengajar.

16).        Micro teaching merupakan tempat yang baik’ untuk me-ngembangkan dan mengadakan research dalam kegiat-an belajar mengajar.

17).        Micro teaching merupakan medan untuk mencoba sistem/metocle pengajaran baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.

18).        Dengan Micro teaching menggalang kerjasama mahasis-wa/dosen/guru pamong serta semua yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan pengajaran.

19).        Merupakan arena pengabdian masyarakat, tempat pelaksanaan program pendidikan dan pengajaran serta program penelitian.

Advertisement