Advertisement

“Kata”, Sebuah sintagma otonom yang dibentuk oleh monem yang tak terpisahkan adalah apa yang lazimnya disebut sebuah kata. Meskipun demikian, istilah itu kemudian digunakan juga untuk menyebut monem otonom seperti kemarin, cepat, dan monem yang tidak otonom, fungsional seperti untuk, dengan; dan yang tidak fungsional seperti ini, meja, tidur, yang secara fonologis masih individual dan sa­ngat nyata sehingga tidak selalu terpisahkan: unsur-unsur di dalam ini meja terpisahkan seperti juga Indra tidur di meja, namun dalam bahasa Perancis pour le dan avec le sangat jarang dapat dipisahkan kecuali dalam pour tout le, dan tumpang tindih du dari de + le, dan amalgam au dari a + le memperlihatkan keakraban kelompok-ke­lompok yang dibentuk oleh kata depan dan kata sandang.

Sia-sia jika berusaha untuk merumuskan secara lebih jelas pengertian kata dalam linguistik umum. Kita dapat mencoba me­lakukannya dalam batasan satu bahasa tertentu. Namun, dalam hal ini, penerapan kriteria secara lugas sering terbentur pada analisis yang hampir tidak sesuai dengan penggunaan istilah yang lazim itu. Meskipun ada kemungkinan kita sampai pada hasil yang memuaskan jika berurusan dengan bahasa seperti bahasa Latin di mana pada umumnya kata terancu dengan satuan bertekanan dan di mana pe­nanda monem yang membentuk kata sering kali tercampur dengan sempurna: misalnya dominos dalam bentuk domini “guru-guru”. Ki­ta kesampingkan faktor jenis dan kita pisahkan tiga macam monem yang petandanya adalah “guru”, “nominatif “jamak”. Kita tidak dapat mengatakan bahwa penandanya domin-. Memang unsur itu adalah kata dasar dalam bahasa Latin klasik, karena tidak berubah di dalam fleksi; namun domin- hanya bermakna “guru”, jika ber­kombinasi dengan sederet desinensi tertentu. Situasinya menjadi jelas .apabila kita amati clauus, clauis, dan claua, tiga kata yang berkata dasar sama clau-, namun sangat berbeda karena ada varian khusus dari desinensi, artinya penanda monem yang memarkah berbagai fungsi itu. Jadi, penanda yang berkaitan dengan petanda “guru” ada­lah domin- yang berkombinasi dengan sederet desinensi khusus. Pe­nanda bagi “nominatif” adalah namun dalam kombinasi dengan domin-; selain itu, -z’ juga merupakan penanda bagi monem “jamak”. Jelaslah bahwa analisis monem menjadi penanda-penanda yang ber­beda hanya membuat uraian lebih rumit dan tidak memberikan man­faat yang nyata. Oleh karenanya, lebih baik dalam bahasa Latin kita kembali pada metode tradisional di dalam menyajikan fakta yang me­nampilkan dominus sebagai kata “deklinasi kedua”. Kehadiran enklitik seperti -que tidak menghalangi kita untuk mengenali kata se­bagai satuan bertekanan, karena kelompok kata + enklitik secara tekanan tidak berperilaku sebagai sebuah kata yang sendirian (misal­nya dengan tiga suku kata, bonaque dioposisikan dengan populus).

Advertisement

Advertisement