Advertisement

Kaidah Mendel tentang Kebakaan, PEMBERIAN sebidang tanah atau bentuk kekayaan lain kepada seseorang setelah pemiliknya meninggal merupakan tindakan yang sah dan telah dilaksanakan orang lebih dari 10 000 tahun. Berbeda dengan tipe pewarisan yang sah seperti tersebut di atas, penurunan sifat-sifat biologi dari orang tua kepada keturunannya disebut kebakaan. Karena satuan biologi kebakaan itu diberi nama gen, maka ilmu tentang kebakaan itu disebut genetika.

Semua makhluk hidup memiliki sifat-sifat turun-temurun, sebab setiap individu berasal dari individu lain yang semacam. Telah umum diketahui bahwa seekor anjing akan lebih mirip bapak dan induk anjing daripada mirip dengan kucing, sebaliknya anak kucing akan lebih mirip bapak dan induk kucing daripada mirip dengan anjing. Jadi anjing dan kucing memiliki sifat turun-temurun yang dipunyai oleh semua anggota jenisnya, tetapi tidak semua anjing atau kucing persis sama benar satu sama lain, bahkan saudara seperindukan pun mungkin memperlihatkan perbedaan yang nyata. Jadi variasi, yaitu terjadinya perbedaan antarindividu organisme, menutupi kesamaan dasar yang disebabkan kebakaan. Beberapa dari perbedaan ini juga turun-temurun, tetapi yang lain tidak. Kadang-kadang suatu perbedaan sifat dapat terjadi karena perbedaan cara mengasuh (membesarkan). Umpamanya, se-ekor anak anjing dari keturunan anjing besar mungkin akan tumbuh menjadi anjing kecil dan lemah sebab tidak diberi makan secukupnya, sedangkan anak anjing lain dari keturun-an yang sama yang memperoleh makanan yang baik akan tumbuh menjadi anjing yang besar dan kuat. Meskipun demikian, adakalanya perbedaan itu tidak disebabkan oleh perbedaan pemeliharaan, melainkan disebabkan oleh sesuatu sifat pembawaan sejak lahir. Pada sekelompok anjing seperindukan yang dihasilkan dari silangan antara anjing kecil dan anjing besar, maka anak-anak anjing ini mungkin tumbuh menjadi anjing dewasa yang berbeda-beda besarnya, walau-pun mereka diberi makan secukupnya.

Advertisement

Oleh karena itu, tampaklah bahwa ada dua macam perbedaan antarindividu organisme: (1) perbedaan yang ditentukan oleh keadaan luar, yaitu yang dapat ditelusuri dari lingkungan; dan (2) perbedaan yang dibawa sejak lahir, yaitu yang dapat ditelusuri dari kebakaan. Ini berarti bahwa setiap makhluk dewasa harus dianggap sebagai hasil kombinasi antara warisan alami yang diterima dari orang tuanya dan lingkungan tempat hidupnya. Dalam bahasa genetika suatu fenotipe (penampilan dan cara berfungsinya) individu menupakan hasil interaksi antara genotipe (warisan alami) dan lingkungannya. Dari kaidah umum genetika pertama ini jelas bahwa tak ada sifat suatu individu yang disebabkan hanya oleh kebakaan atau hanya oleh lingkungan. Keduanya selalu terlibat, sebab sifat mana pun harus memiliki lingkungan untuk mengekspresikannya. Walaupun sifat khas suatu fenotipe tertentu tak dapat melulu ditentukan oleh genotipe atau oleh lingkungan, ada kemungkinan perbedaan fenotipe antara individu yang terpisah itu disebabkan oleh perbedaan genotipe atau oleh perbedaan lingkungan atau oleh kedua-duanya. Jadi, jika dua individu yang memiliki genotipe yang sama dibesarkan dalam lingkungan yang berbeda, maka perbedaan apa pun yang mungkin tampak pada fenotipenya tentulah disebabkan oleh lingkungannya. Demikian pula jika dua individu dipelihara dalam lingkungan yang konstan, maka perbedaan fenotipe apa pun yang akan muncul pasti disebabkan oleh genotipenya. Oleh karena itu, hanya dengan mempelajari perbedaan-perbedaan kita dapat memisahkan di bagian mana dan bagaimana kebakaan tersebut berperanan. Pada kenyataannya hanya ada satu cara yang paling tepat untuk menentukan bahwa suatu perbedaan fenotipe itu disebabkan oleh kebakaan, yaitu dengan cara memperlihatkan bahwa perbedaan itu dapat diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Kaidah-kaidah yang mengatur penurunan sifat-sifat dari tetua kepada keturunannya berkaitan dengan nama Mendel.

 

Advertisement