Advertisement

JALUR LAIN FOTOSINTESIS , Pada tahun 1960-an, kurang-lebih 10 tahun setelah daur Calvin dikemukakan, menjadi jelaslah bahwa tebu (Saccharum officinarum), jagung (Zea mays), dan tumbuhan tertentu lain tidak mengikat karbon dioksida secara langsung dengan cara daur seperti tersebut terdahulu. Pada tumbuhan ini senyawa pertama yang terbentuk setelah jangka waktu pelaksanaan fotosintesis yang sangat pendek, bukanlah senyawa 3-C asam fosfogliserat (PGA), melainkan senyawa 4-C asam oksaloasetat (OAA). Asam oksaloasetat terbentuk jika karbon dioksida ditambahkan ke dalam senyawa 3-C fosfoenolpiruvat (PEP), suatu reaksi yang diperantarai oleh enzim PEP karboksilase. Fosfoenolpiruvat adalah senyawa berenergi tinggi dan gugus fosfatnya yang berenergi tinggi itu terlepas jika senyawa dikarboksilasi. Karena itulah enzim PEP karboksilase mempunyai afinitas tinggi terhadap karbon dioksida, yaitu enzim ini mengikat karbon dioksida secara efisien sekali. Metode alternatif fiksasi karbon dioksida untuk fotosintesis ini biasa disebut jalur Hatch-Slack, menurut nama kedua ahli fisiologi tumbuhan yang menjelaskan langkah-langkah yang terjadi. Tuinbuhan yang menggunakan jalur ini disebut tumbuhan C4, atau tumbuhan 4-karbon, untuk membedakan dengan tumbuhan yang melaksanakan fotosintesis tipe biasa, yang basil awal karbon dioksidanya adalah senyawa 3-karbon PGA, sehingga disebut tumbuhan C3. Asam oksaloasetat segera diubah menjadi asam 4-karbon

terutama asam malat dan asam aspartat, yang efeknya memindahkan karbon dioksida yang terikat ke enzim pada :aur Calvin. Karbon dioksida yang mula-mula diikat oleh PEP s.arboksilase dilepaskan oleh reaksi dekarboksilasi dan :igabungkan dengan senyawa 5-karbon, ribulosa difosfat RuDP) menghasilkan dua molekul PGA. Percobaan yang menggunakan 14CO2 menunjukkan bahwa PGA diubah menjadi gula setelah ikut dalam daur Calvin. Sebagai hasil reaksi dekarboksilasi, asam C4 dengan sendirinya berubah menjadi asam piruvat, yang setelah difosforilasi oleh ATP digunakan untuk membentuk kembali PEP, yaitu akseptor awal karbon dioksida pada jalur ini. J adi hanya selama langkah-langkah permulaan peningkatan karbon dioksida bahwa fotosintesis C4 berbeda dengan fotosintesis C3 yang lebih terkenal itu.

Advertisement

 

Advertisement