Advertisement

Hierarki Tekanan, Menyatakan bahwa suatu bahasa memiliki .satu tekanan dan bukan beberapa tekanan, nampaknya menyangkal pendapat yang mengharuskan kita membedakan tekanan pokok dan tekanan se­kunder di dalam beberapa bahasa: di dalam sebuah kata Inggris seperti opposition ‘oposisi’, suku kata pertama dan terakhir diberi tekanan, namun penonjolan suku kata terakhir pada umumnya lebih jelas; dalam kata Jerman Augenblick ‘sekejap’, terdapat tekanan pokok pada Au- dan sebuah tekanan sekunder pada -Hick. Tempat kedua tekanan itu secara bahasa sangat penting, karena tempat itulah yang membedakan unterhalten ‘memegang di bawah’, dengan tekanan pokok pada un- dan tekanan sekunder pada -hal-, dan unter­hczlten ‘merawat’ dengan distribusi yang terbalik. Sebenarnya per­bedaan antara tekanan pokok dan tekanan sekunder tidak cukup untuk mendeskripsikan secara lengkap sistem tekanan dalam ber­bagai bahasa karena secara teoretis di dalam kata majemuk terdapat kadar tekanan yang berbeda yang sama banyaknya dengan unsur­unsur yang ditambahkan berturut-turut: kata Jerman Wachsfigur ‘boneka memiliki tekanan pokok pada Wachs- dan tekanan se­kunder pada -gur, namun penambahan unsur ketiga, di dalam Wachsfigurenkabinett ‘ruang boneka memasukkan tekanan pada -nett yang merupakan tekanan-antara di antara yang pokok pa­da Wachs- dan yang tidak begitu jelas pada -gu-.

Di dalam suatu bahasa seperti bahasa Jerman, situasinya jelas: setiap unsur di dalam kata majemuk tetap membawa tekanan yang dimilikinya sebagai kata bebas: suku kata kedua dari Figur tetap di­tonjolkan meskipun Figur digunakan sebagai anggota otonom sebuah ujaran atau sebagai unsur kata majemuk. Situasinya sangat berbeda di dalam bahasa Rusia, di mana semua unsur kata majemuk kecuali satu, kehilangan tekanannya yang semula: nos ‘hidung’ kehilangan tekanan dan tambernya yang semula di dalam kata majemuk nosorog [nasa’rok] ‘badak’. Padanannya dalam bahasa Jerman, Nashorn, se­baliknya, tetap memiliki tekanan, hanya sekarang tekanan pada -horn berada di bawah tekanan pada Nash-. Ringkasnya, dapat di­katakan bahwa satuan bertekanan merupakan kata di dalam bahasa Rusia, namun leksem di dalam bahasa Jerman.

Advertisement

Situasinya di dalam bahasa Inggris menjadi sengkarut karena adanya massa kosa kata yang berasal dari kata pungutan melalui ba­hasa lisan dari bahasa Perancis abad pertengahan, dan baru-baru ini melalui bahasa tertulis, dari bahasa Latin dan Yunani klasik. Kata­kata itu disesuaikan dengan skema tekanan kosa kata tradisional: ad­duction ‘pembuktian’ dan arisen ‘bangun’ keduanya berskema —

— , orthodoxy ‘kekolotan’ dan underlying ‘yang mendasari’ berskema tekanan:               — 2— — , crucifixion ‘penyaliban’ dan understanding ‘pe-

ngertian’ berskema — —, dst. Meskipun demikian, yang mem­bedakan unsur-unsur yang lebih mutakhir itu dengan kata-kata Ger­mania adalah individualitas semantik dan fonis yang tidak begitu je­las di dalam komponen kata: tak seorang penutur bahasa Inggris pun akan mengalami kesulitan untuk mengenali under- di dalam under­lying, dengan adverbia dan preposisi under. Namun, meskipun ortho­dirasakan sebagai sebuah satuan yang bebas, sedikit sekali penutur yang mampu memisahkan unsur itu dengan valensinya yang tertentu. Namun, hal yang sama terjadi pula pada under dari understanding, sama juga dengan orang Jerman yang tidak akan dapat mengenali secara semantis unsur unter- dari untersagen ‘melarang’. Oleh kare­nanya, kita dapat mengelompokkan ortho-, -doxy, cruci-, dan fixion bersama dengan satuan bertekanan bahasa Inggris seperti under, -lying, atau -standing.

Perlu dicatat bahwa intensitas nampaknya tidak berperan di da­lam penonjolan dengan tekanan pada suku kata yang mengikuti tekanan pokok; sebenarnya unsur yang membedakan kata kerja Ing­gris separate ‘memisahkan’ (skema — dari adjektiva separate

‘terpisah’ (skema                   — —) adalah karena jelasnya lafal vokal ketiga.

Jelaslah bahwa bahasa Jerman dan bahasa Inggris, seperti juga bahasa Germania pada umumnya, berbeda dari sebagian besar baha­sa yang lain karena bahasa-bahasa itu mempertahankan hierarki tekanan yang umum di dalam proposisi atau di dalam kalimat, di dalam kata majemuk. Hierarki itu tidak akan terbatas pada dua tingkatan jika komposisi itu sendiri terbatas pada dua unsur, padahal hal ini tidak mungkin. Penambahan unsur baru di dalam sebuah kata majemuk selalu mungkin untuk memasukkan ke dalam komposisi itu suatu tingkatan tekanan tambahan. Deskripsi lengkap dari suatu bahasa tentu saja akan menampilkan suatu uraian mengenai hierarki tekanan di dalam satuan-satuan yang mengelompokkan sejumlah satuan bertekanan. Di dalam sebagian besar bahasa, satuan-satuan itu lebih luas dari kata; di dalam beberapa yang lain, seperti yang di­sebutkan di atas, satuan-satuan itu mencakup kata juga.

Advertisement