Advertisement

Frekuensi Leksikal dan Frekuensi dalam Wacana, Kita tahu bahwa sekian banyak macam fonem di dalam suatu bahasa tidak pernah digunakan semuanya sekaligus. Kita ambil seca­ra acak dua fonem konsonan Perancis dan /d/; /g/ dapat muncul di depan vokal apa saja dan /d/ juga. Empat belas fonem vokal terda­pat dalam suku kata tertutup; jadi ada empat belas suku kata tunggal yang mungkin bertipe R/ + vokal + /d/. Dari keempat belas suku kata itu hanya ada /god/ yang dituliskan chaude ‘panas’ jika kita ke­sampingkan nama diri Chedde yang dikenal dengan eksplosif ched­dite. Pilihan lain, misalnya /s/ dan /k/, hanya membentuk tujuh bentuk yang mungkin dari yang empat belas bentuk tadi. Jadi berba­gai satuan fonologi di dalam suatu bahasa digunakan secara sangat tidak sama. Beberapa fonem sangat sering digunakan, yang lain ja­rang. Dalam bahasa Perancis, misalnya, fonem /t/ terdapat dalam banyak kata (frekuensi leksikal) dan sering pula muncul di dalam ujaran (frekuensi dalam wacana); di antara vokal, /i/ adalah yang paling sering muncul, baik dalam kosa kata maupun dalam wacana; /1/ yang kernungkinan besar tidak begitu sering muncul dalam kosa kata, lebih sering muncul dalam tuturan, karena digunakan dalam kata sandang tentu (le, la, l’, les). Fonem /P)/ pada umumnya jarang, baik dalam kamus maupun dalam teks, begitu pula dengan fonem /43b/, meskipun dalam tuturan frekuensinya diperbaiki karena di­gunakan sebagai kata sandang tak tentu maskulin un.

Advertisement
Advertisement