Advertisement

Dapat terjadi, di dalam bahasa tertentu, bahwa perilaku fono­logis yang khas yang pada umumnya dijumpai di depan jeda nyata, bersifat cukup menonjol di dalam apa yang disebut kata, di perbatas­an dua monem: dalam bahasa Indonesia kata berimbuhan beruang tidak rancu dengan beruang yang merupakan satu kata, padahal urutan fonematis dan unsur-unsur prosodisnya sama. Tentu saja baik apabila kita menonjolkan kehadiran tipe jeda nyata ini, yang dam­paknya tidak selalu sama dengan jeda nyata yang telah dibicarakan di atas, dan menandai transkripsinya dengan garis penghubung misal­nya: /bar-uaii/ dan /baruaio/. Tipe jeda nyata yang khas ini sering di­sebut sandi.

Advertisement
Advertisement