Advertisement

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Bentuk Organ Tumbuhan, Tidak ada dua tumbuhan yang betul-betul serupa. Beberapa tumbuhan, seperti jenis-jenis tertentu suku Cucurbitaceae, yang mencakup semangka, gambas, dan macam-macam labu lain, memiliki banyak variasi bentuk daun, sedangkan tumbuhan lain mempunyai rupa yang relatif seragam. Variasi yang terdapat pada berbagai tumbuhan merupakan akibat interaksi antara faktor-faktor genetika, lingkungan, dan perkembangan.

Variasi genetika disebabkan oleh perbedaan dalam susunan keturunan dari tumbuhan yang berlainan. Perbedaan-perbedaan tetap antara berbagai kelompok tumbuhan yang terjadi pada setiap generasi sudah pasti disebabkan oleh perbedaan-perbedaan genetikanya. Misalnya, semua rumputrumputan (Graminae) mempunyai daun yang sangat khas, yaitu (a) helaian daun mengandung sejumlah urat daun yang besarnya hampir sama dan membentang sejajar satu sama lain dari pangkal hingga ujung daun, (b) seludang panjang berbentuk tabung membungkus batang yang silindris (biasanya berlubang kecuali pada buku, tetapi kadang-kadang berempulur) dan biasanya terbelah memanjang pada sisi yang berlawanan dengan helai daun, dan (c) kehadiran lidah daun yang seperti selaput atau berupa bulu-bulu melingkar pada permukaan atas pertemuan antara helai daun dan seludang (lihat 33.5a). Teki-tekian (Cyperaceae) sepintas menyerupai rumput-rumputan, tetapi dalam banyak hal berbeda secara genetika. Dalam Cyperaceae, seludang daun membentuk sarung yang terus-menerus membungkus batang padat yang pada penampangnya berbentuk segi tiga, dan juga tidak mempunyai lidah daun. Pengaruh genetika tampak pula dalam ciri-ciri kimiawi dan struktur. Salah satu cara yang paling mudah untuk membedakan kaktus (Cactaceae) yang berbentuk tabung dengan Euphorbia (Euphorbiaceae), yang berbentuk tabung pula, dan secara badaniah tampak serupa, adalah dengan melukai batangnya. Jika batang mengeluarkan getah putih, tumbuhan itu adalah Euphorbia, dan jika tidak bergetah tetapi mengeluarkan cairan bening, tumbuhan itu adalah kaktus.

Advertisement

Lingkungan secara langsung mempengaruhi individu tumbuhan. Pengaruh lingkungan terhadap bentuk tumbuhan dapat diperagakan dengan menumbuhkan sejumlah tumbuhan yang susunan genetikanya identik dalam lingkungan yang berbeda. Tidak ada yang lebih mudah dan lebih mencolok dalam peragaan semacam ini daripada memperlihatkan pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kecambah. Dalam keadaan gelap warna hijau tidak berkembang, daun-daun tidak mengembang, tetapi ruas-ruas batang tumbuh beberapa kali lebih panjang daripada biasanya. Semai seperti itu kurus, panjang, dan berwarna kuning, mengalami etiolasi (1.5). Respons seperti itu mempunyai nilai biologis yang besar bagi tumbuhan, karena pucuk dapat tumbuh memanjang dengan cepat tanpa dibebani banyak daun, dan pola perkembangan yang normal akan kembali pada waktu cahaya sudah tersedia. Pengaruh lingkungan terhadap pertumbuhan dapat dilihat pula pada pohon-pohon yang tumbuh di pantai berangin kencang; pertumbuhan pohon tampak berat sebelah. Bentuk yang menyebelah ini disebabkan oleh pertumbuhan yang terhambat pada arah yang menghadap ke laut sebagai akibat evaporasi berlebihan dan sepihak, serta efek beracun percikan air garam.

Dalam hal etiolasi dan pohon-pohon yang terpangkas angin, lingkungan eksternal berperan dalam menghasilkan pola pertumbuhan yang abnormal, tetapi pengaruh kondisi dalam tumbuhan juga dikemukakan secara sinambung. Dalam perkembangannya suatu tumbuhan melampaui berbagai fase, yang paling jelas adalah fase vegetatif dan fase reproduktif. Meskipun demikian fase vegetatif tidak menghasilkan sederetan organ seragam. .Ini dapat dijelaskan dengan memeriksa hampir setiap tumbuhan muda dan memperhatikan bagaimana kondisi daun pada posisi yang berbeda (yaitu dihasilkan pada fase-fase perkembangan yang berbeda) mempunyai pola pembagaan (pelekukan) tepinya yang secara progresif semakin kompleks (1.6). Kadang-kadang transisi dari bentuk daun muda ke bentuk daun dewasa terjadi mendadak. Berbagai jenis Eucalyptus misalnya, mempunyai daun muda berbentuk bundar telur. Tetapi daun dewasanya berbentuk sabit. Banyak contoh seperti itu, tetapi alasan fisiologisnya belum banyak diungkapkan.

 

Advertisement