Advertisement

Dormansi yang Berkaitan dengan Hujan, Biji-biji tumbuhan tertentu yang tumbuh di daerah kering Eau setengah kering mempunyai ‘pengukur hujan kimiawi’. Zat kimia ini adalah zat penghambat yang larut dalam air, -,:arenanya akan tercuci oleh air hujan. Jumlah hujan yang diperlukan untuk mencuci zat penghambat ini berkaitan Ilngsung dengan penyediaan air yang diperlukan oleh 7.mbuhan untuk menyelesaikan daur hidup pendeknya dari Eiji melalui bunga sampai ke biji lagi. Adanya pengukur hujan dalam biji tumbuhan yang hidup pada habitat 7nusiman yang ekstrem menjamin bahwa suatu jenis tidak punah seperti yang akan terjadi jika semua biji perkecambah serentak yang sering kali diikuti kekeringan yang hebat, yang akan membunuh semua semai.

Walaupun kelima tipe dormansi telah diuraikan, perlu dikemukakan, bahwa pada satu macam biji sering dijumpai iebih dari satu tipe dormansi. Biji ‘sagebush’ (Artemisia), suatu perdu yang banyak terdapat di gurun pasir beriklim dingin di Amerika Serikat, untuk perkecambahan memerlukan cahaya, tetapi dengan intensitas sangat rendah. Kemampuannya untuk bereaksi terhadap cahaya dengan intensitas yang tepat akan meningkat bila air diserap melalui testa. Ini berarti bahwa di lapangan biji akan berkecambah lebih cepat bila pasir ada dalam keadaan lembap lebih lama.

Advertisement

Pada tahun-tahun belakangan ini botani semakin berminat terhadap mekanisme fisiologi yang mendasari dormansi biji ini. Kebanyakan teori mutakhir membayangkan bahwa sebagian besar contoh dormansi dijelaskan sebagai akibat dari kelebihan penghambat tumbuh alami dibandingkan dengan perangsang tumbuh alami. Pada banyak jenis, asam absisat diterima secara luas sebagai penghambat utama, tetapi barangkali ada pula sejumlah besar penghambat endogen. Giberelin dan sitokinin sering dikatakan sebagai perangsang aktif, walaupun perlakuan dengan zat-zat lain juga akan memecahkan dormansi. Yang menjadi sebagian rangsangan bagi penelitian tentang dormansi biji dewasa ini adalah minat yang luas di seluruh dunia dalam pengembangan bank biji, dengan tujuan untuk mengawetkan karakteristik genetika berbagai varietas tipe liar yang asli dari berbagai tanaman pertanian untuk digunakan dalam program penangkaran di masa depan. Pentingnya bank biji yang demikian itu timbul karena gen-gen dari varietas yang lebih tua akan hilang dengan cepat seirama dengan penggantian secara progresif varietas tua tersebut oleh varietas-varietas baru.

Advertisement