Advertisement

Dipertahankannya Megaspora pada Tumbuhan Diploid Tetuanya, Pada paku fase yang memiliki garnet haploidlah yang sulit beradaptasi dengan kehidupan di darat, dan keuntungan lebih lanjut dari heterospori dibanding homospori tampaknya persediaan bahan makanan heterospori yang lebih memadai bagi generasi berikutnya, memungkinkan fase haploid untuk berjalan lebih cepat. Fase haploid itu dibebaskan dari keharusan membentuk cadangan makanan yang bebas, jadi dapat membuang sebagian besar bagiannya yang bukan alat pembiakan. Pengurangan jumlah megaspora fungsionalnya menjadi hanya satu setiap megasporangiumnya juga mengun-tungkan dalam hal ini. Langkah lanjut pada pengurangan gametofit betinanya mungkin jelas berupa dipertahankannya megaspora di dalam megasporangium sporofit tetuanya sampai setelah terjadi pembuahan. Dengan cara ini bahan makanan yang diperlukan dapat diberikan langsung ke gametofit betina dan ke sporofit baru yang terbentuk dari telur yang dibuahi. Jika pembuahan harus terlaksana, mikrospora jantan harus berkecambah di sekitar sporangium betina bukan di atas tanah.

Langkah untuk mempertahankan megaspora bukan hanya suatu kemungkinan secara hipotesis, tetapi pada kenyataan-nya dilakukan oleh sekurang-kurangnya 3 jalur tumbuhan yang terpisah selama periode Karbon. Walaupun begitu, jalur-jalur ini tidak mengganti jalur heterospori yang ada yang menyebarkan megasporanya. Alasannya mungkin adalah bahwa dalam memperoleh keuntungan dari sifat mempertahankan fase haploid di dalam megasporanya, megaspora ini kehilangan satu dari fungsi utama megaspora tetuanya, yaitu pemencaran. Baru setelah terjadi perubahan lebih lanjut pada alat pembiakannya yang memungkinkan megaspora ini memperoleh kembali peranan pemencarannya, tumbuhan yang memiliki megaspora yang terikat itu menjadi bentuk tumbuhan hidup yang dominan di darat. Perubahan yang lebih lanjut ini merupakan tahap akhir dari evolusi kebiasaan biji.

Advertisement

 

 

Advertisement