Advertisement

Dialek Sebagai Variasi Bahasa, Istilah “dialek” digunakan juga dengan makna yang sangat ber­beda dengan yang digunakan di Amerika Serikat, misalnya. Di sana istilah itu mengacu kepada bentuk lokal bahasa Inggris yang mana pun tanpa memperrnasalahkan oposisi antara dialek dengan bahasa yang lebih memadai. Orang Amerika mana pun berbicara dialek, yang berasal dari Boston, dari New York, dari Chicago, atau jika ia banyak bepergian, berbicara suatu dialek campuran, tanpa merasa bahwa dirinya berbicara bahasa Inggris Amerika yang bentuknya berterima secara sempurna di kesempatan mana pun di dalam kehi­dupan. Situasi itu mengingatkan kita pada situasi di Paris dan di kota-kota besar Perancis yang bukan Selatan, di mana terdapat ber­bagai variasi bahasa Perancis, yang bagi orang yang berpendidikan begitu berterimanya sehingga bedanya tidak terasa lagi. Dialek Ame­rika kurang lebih sama dengan apa yang disebut bahasa Perancis lo­kal, dan tidak sama dengan patois di Perancis, atau pun juga dengan dialek di Jerman dan Italia, yang terlalu berbeda satu dengan lainnya sehingga menghambat kesalingpahaman dari ujung ke ujung wilayah nasionalnya. Penggunaan istilah dengan makna seperti itu benar­benar sama dengan dialek Yunani sebelum terbentuk !wine, artinya sebuah bahasa yang berinti bahasa Athena yang telah menghancur­kan bahasa-bahasa lainnya yang bersifat vernakular, dan menghapus­kannya sama sekali, kecuali satu (dialek Lakonia yang tetap hidup dan bernama Tsakonia). Pada abad VI S.M., di Athena orang tidak berbicara bahasa “Yunani”, namun dialek Atika, seperti juga orang Thebe yang berbicara dialek Beotia, dan orang Lacedemonia yang berbicara dialek Lakonia, yang mungkin tidak menghambat kesaling­pahaman, paling tidak di pusat dunia Yunani.

Advertisement
Advertisement