Advertisement

Deklarasi Hak Asasi Manusia Sedunia (Universal Declaration of Human Rights), Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan dibawanya bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya di dalam kehidupan masyarakat. Hak-hak ini dimiliki manusia tanpa perbedaan bangsa, ras, agama atau kelamin, karenanya bersifat asasi dan universal.

Setelah dunia mengalami dua perang yang melibatkan hampir seluruh kawasan dunia, dimana hak-hak asasi manusia diinjak-injak, timbul keinginan untuk merumuskan hak-hak asasi manusia itu di dalam suatu naskah internasional. Usaha ini baru dimulai pada tahun 1948 dengan diterimanya Universal Declaration of Human Rights (pernyataan sedunia tentang hak-hak asasi manusia) oleh negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa Bangsa. Dengan kata lain, lahirnya deklarasi HAM Universal merupakan reaksi atas kejahatan keji kemanusiaan yang dilakukan oleh kaum sosialis nasional di Jerman selama 1933 sampai 1945.

Advertisement

Terwujudnya Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal yang dideklarasikan pada tanggal 10 desember 1948 harus melewati proses yang cukup panjang. Dalam proses ini telah lahir beberapa naskah HAM yang mendasari kehidupan manusia, dan yang bersifat universal dan asasi. Naskah —naskah tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Magna Charta (Piagam Agung 1215): Suatu dokumen yang

mencatat beberapa hak yang diberikan oleh Raja Jhon dari

Inggris kepada beberapa bangsawan bawahannya alas tuntutan mereka. Naskah ini sekaligus membatast I I 11.1 1111 I’ 1i                111..i,

itu.

  1. Bill of Rights ( Undang-undang hak 168′)

undang yang diterima oleh parlemen Inggrp,

dalam tahun sebelumnya, mengadakan perla\ .111.111 1,11101,1. Raja James II dalam suatu revolusi hak berdarall ,111,’

dengan istilah The Glorious Revolution of 1688.

  1. Declaration des Droits de l’homme et du citoyen (pi i II .II.1.111 hak-hak manusia dan warga negara, 1789): Suatu naskah v 111). dicetuskan pada permulaan revolusi Perancis, sebar perlawanan terhadap kewenangan regim lama.
  2. Bill of Rights (undang-undang Hak): Suatu naskah yang disusun oleh rakyat Amerika pada tahun 1769 dan kemudian menjadi bagian dari undang-undang dasar pada tahun 1791.

Hak-hak manusia yang dirumuskan sepanjang abad ke-17 dan 18 ini sangat dipengaruhi oleh gagasan mengenai Hukum Alam (Natural Law), seperti yang dirumuskan oleh John Lock (1632 -1714) dan Jean Jaques Rousseau (1712-1278) dan hanya membatasi pada hak-hak yang bersifat politis saja, seperti kesamaan hak atas kebebasan, hak untuk memilih dan sebagainya.

Akan tetapi, pada abad ke-20 hak-hak politik ini dianggap kurang sempurna. Dan mulailah dicetuskan hak-hak lain yang lebih luas cakupannya. Satu diantara yang sangat terkenal ialah empat hak yang dirumuskan oleh Presiden Amerika Serikat F. D. Roosevelt pada awal PD II; The Four Freedom (empat kebebasan) itu.

Sejalan dengan pemikiran ini maka PBB memprakarsai berdirinya sebuah komisi HAM untuk pertama kali yang diberi nama Comission on Human Rights pada tahum 1946. Komisi inilah yang kemudian menetapkan secara terperinci- beberapa hak-hak ekonomi dan sosial, disamping hak-hak politis yaitu:

  1. Hak hidup, kebebasan dan keamanan pribadi (pasal 3)
  2. Larangan perbudakan (pa-sal 4)
  3. Larangan penganiayaan (pasal 5)
  4. Larangan penangkapan, penahanan atau pengasingan yang sewenang-wenang (pasal 9)
  5. Hak atas pemeriksaan pengadilan yang jujur (pasal 10)
  6. Hak atas kebebasan bergerak (pasal 13)
  7. Hak atas harta dan benda (pasal 17)
  8. Hak atas kebebasan berfikir, menyuarakan hati nurani dan beragama (pasal 180)
  9. I lak alas mengemukakan pendapat dan mencurahkan pikiran (pasal 19)
  10. Hak atas kebebasan berkumpul dan berserikat (pasal 200)
  11. Hak untuk turut serta dalam pemerintahan (pasal 21)

 

Deklarasi sedunia ini juga menyebutkan beberapa hak sosial dan ekonomi yang penting :

  1. Hak atas pekerjaan (pasal 23)
  2. Hak atas taraf hidup yang layak, termasuk makanan, pakaian, perumahan dan kesehatan (pasal 25)
  3. Hak atas pendidikan (pasal 26)
  4. Hak kebudayaan meliputi hak untuk turut serta dalam kehidupan kebudayaan masyarakat, ambil bagian dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan hak atas perlindungan kepentingan moral dan material yang timbul dari hasil karya cipta seseorang dalam bidang ilmu, kesusastraan, dan seni (pasal 27), (lihat lampiran tentang Deklarasi HAM Universal).

Advertisement