Advertisement

Silsilah Tarekat adalah susunan nama- nama tokoh dalam suatu tarekat yang secara berurutan bertali dengan lainnya, semenjak dari guru pertama dari suatu ta­rekat sampai kepada Nabi, dan akhirnya kepada Malailcat Jibril dan Allah. Silsilah ini di samping berfungsi sebagai alat bagi melegitimasi suatu tarekat, ia juga me­rupakan syarat utama dalam mengajarkan atau memimpin suatu tarekat.

Dari sudut fungsi sebagai legitimasi, suatu tarekat dikatakan mu `tabarah (yang diterima dan yang sah) adalah tarekat yang mempunyai susunan silsilahinisecara jelas sambung bersambung secara berurut­an, tanpa ada yang terputus. Sebaliknya suatu tarekat dikatakan gain mu `tabarah (yang ditolak atau tidak sah) bila silsilah ini tidak jelas atau diragukan persambung­annya dalam urutan.

Advertisement

Dari sudut sebagai syarat dalam meng­ajarkan atau memimpin suatu tarekat silsilah menjadi penting bagi seorang syekh karena ia diperlukan dalam wasilah atau rabitah dalam beribadat. Bantuan kerohanian yang diambil dari guru tarekat hams benar. Sebab bila tidak benar dan tidak bersambung sampai kepada nabi, maka bantuan itu dianggap terputus dan oleh sebab itu tidak merupakan warisan dari Nabi.

Syekh Muhammad Amin al-Kurdi, se­orang guru dalam tarekat Naqsyabandiyah, penulis buku Kifeth Tanwir al-Qulub me­nyusun silsilah tarekatnya sebagai berikut: mengambil dari Syekh Umar, yang mene­rima dari ayahnya Syekh Usman, selanjut­nya sambung menyambung mengambil dari Syekh Khalid, dari Syekh Abdullah ad-Dahlawi, dari Habibullah Jan Janan Mazhur, dari Nur Muhammad al-Badwani, dari Muhammad Saifuddin, dari Muham­mad Ma`sum, dari ayahnya Ahmad al-Fa­ruqi as-Sarhandi, dari Muhammad al-Baqi Billah, dari Muhammad Khawajik as-Sa­margandi, dari Muhammad az-Zahid, dari Ubaidilah as-Samarciandi, dan Ya`qub al­Jarkhi, dari Muhammad bin Muhammad Alauddin al-Akhtar al-Bukhari al-Khawa­rizmi, dari pencipta tarekat Naqsyabandi sendiri, yakni Syekh Naqsyaband Bahau­din Muhammad bin Muhammad al-Uweisi al-Bukhari, dari Amir Kalal, dari Muham­mad Baba asy-Syamsyi, dari ar-Ramitani yang masyhur dengan nama Syekh Azinan, dari Syekh Muhammad al-Anjir Faq­nawi, dari Syekh Arif ar-Riyukiri, dari Syekh Abdul-Khaliq al-Khadduwani, dari Syekh Abu Yequb Yusuf al-Hamadani, dari Syeh Abu Ali al-Fadal at-Tusi, dari Syekh Abul Hasan Ali bin Ja`far al-Khar­qani, dari Syekh Abu Yazid Taifur al­Bistami, dari Imam Ja`far as-Sadiq, dari Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar as­Siddiq, dari Salman al-Farisi, sahabat Nabi, dari Abu Bakar Siddiq, sahabat Nabi dan Khalifah yang pertama dari Nabi Muham­mad, yang menerima dari Jibril, dan Jibril dari Allah.

 

Advertisement