Advertisement

Setan (Syaitan) berarti yang jauh dari kebenaran. Dalam al-Quran kata syaitan, yang jamaknya syayatin, digunakan seba­gai sebutan bagi sejenis makhluk halus yang jauh dari kebenaran dan senantiasa membisikkan pikiran-pikiran jahat ke da­lam hati setiap manusia. Makhluk halus demikian disebut juga jin atau iblis, yang berbeda dari malaikat; yang akhir ini adalah makhluk halus yang senantiasa taat kepada Allah dan senantiasa mengilham­kan pikiran-pikiran yang baik dan benar kepada setiap manusia. Al-Quran menegas­kan bahwa kendati setan itu gigih berupa­ya menggoda manusia supaya mendurhaka kepada Tuhan atau melakukan kejahatan, daya goda yang mereka miliki tidaklah da­pat mengalahkan orang-orang yang ber­iman teguh dan bertawakal kepada Allah. Kemampuannya hanyalah mengalahkan orang-orang yang menjadikannya sebagai ikutan (pemimpin) dan orang-orang yang mempersekutukan Allah (al-Quran 16: 99-100).

Selain dipakai sebagai sebutan makhluk halus yang jahat, al-Quran juga memakai kata setan itu untuk manusia yang menja­di pemuka kejahatan atau pemuka kelom­pok masyarakat yang berpihak kepada ke­kafiran, kemunafikan, dan lain sebagai­ny a, serta menentang kebenaran-kebenar­an yang terkandung dalam agama yang di­wahyukan Tuhan.

Advertisement

 

Advertisement