Advertisement

Sejarah Islam adalah suatu disiplin keilmuan yang mem­bahas aktualisasi konsep dan pemikiran yang diketengahkan Islam lewat al-Quran dan Nabi Muhammad. Berangkat dari pembatasan ini, Sejarah Islam dapat men­cakup berbagai aspek kehidupan kaum muslimin baik politik, keagamaan, sosial, budaya maupun keilmuan. Sebab sejarah Islam merefleksikan praktek pengalaman dan kejadian di antara orang-orang Islam is bisa saja memberikan gambaran yang berbeda tentang berbagai ide dan konsep yang dikemukakan sumber ajaran Quran dan Nabi. Hal ini tentunya bukanlah unik bagi Sejarah Islam. Ada dua sebab pokok yang mempengaruhi pembiasan pengalam­an kemanusiaan (baca: muslim) dalam me­nerapkan ajaran agama: pertama pema­haman sumber ajaran selalu mengandung berbagai interpretasi; (hal ini sangat ber­kaitan dengan sebab) kedua, latar bela­kang individu dan kelompok penganut suatu agama yang berbeda-beda mewamai pula pola pendekatan dan aktualisasi ajar-an. Dengan mengingat interaksi yang terus menerus antara manusia dan ajaran serta upaya aproksimasi manusia terhadap ajar-an yang tidak selalu uniform dan seting­kat maka pemakaian kata Islam dalam Se­jarah Islam dapat dipahami dan diperta­hankan.

Semenjak lahirnya Islam menekankan misi sejarahnya yang kongkrit sebagai aga­ma yang membukakan jalan bagi kehidup­an yang sempurna, Islam mengetengahkan bimbingan dan konsep untuk mencapai misi dan tujuan mulia manusia, terutama pedoman hidup di. dunia yang kongkrit ini. Al-Quran sendiri banyak menggambar­kan interaksi manusia dengan ajaran Allah dalam bentuk riwayat kesejarahan indivi­du ataupun kelompok masa lalu. Kemudi­an sentralitas Nabi Muhammad sebagai penghubung antara maksud Tuhan dan ayat-ayat al-Quran telah menumbuhkan kesadaran akan pentingnya “merekam” sosok Nabi sebagai satu realisasi ajaran Is­lam secara utuh. Kecenderungan ini dapat diamati dalam penulisan biografi Nabi (si­rat an Nabi) serta koleksi sunnah Rasulul­lah (hadis).

Advertisement

Sebagai sebuah agama yang lahir relatif belakangan, Islam sejak kelahirannya lang­sung berhadapan dengan tradisi dan insti­tusi agama-agama lama. Namun kenyata­annya Islam begitu cepat menyebar dan mendapatkan topangan kekuasaan yang mandiri hanya kurang dari 2 dasawarsa se­telah Nabi untuk pertama kalinya pada 610 menyebarkan misi yang dibawanya. Dalam konteks sejarah dunia umat Islam pertama menggantikan peranan berbagai bangsa besar seperti Persi, Koptik dan Ro­man; kemudian mereka membangun se­buah tatanan yang bisa disebut miliknya sendiri kendati tetap menyimpan unsur­unsur yang justru ingin digantinya. Kalau sebelum kedatangan Islam Kerajaan Bizan­tium dan Persia merupakan rival yang konstan, Islam yang secara total menyerap wilayah Persia juga seakan-akan menggan­tikan kedudukannya sebagai rival Bizan­tium. Namun sebenarnya perkembangan Islam yang begitu cepat dan meluas tidak membuatnya bersifat parokial dan puas menggantikan posisi Persia, kendati upaya menundukkan Bizantium arRtim) tetap menjadi okupasi para khalifah dan sultan. Penguasaan beberapa tempat stra­tegic seperti Laut Tengah, Laut Hindia, Asia Barat, Asia Tengah oleh penguasa muslim telah menjadikan posisi Islam be­gitu penting dalam sejarah dunia semen­jak periode awal.

Periode-periode sejarah Islam menun­jukkan corak yang khas. Kalau sejarah Eropa yang kemudian dipakai sebagai ru­jukan periodesasi sejarah memiliki per­kembangan unilinear mulai dari periode kegelapan, pertengahan dan modern, ma­ka sejarah Islam tidak menganut jalan uni­linear tersebut. Justru sejarah klasik ala Islam (masa kenabian sampai dengan 1000/390 H) adalah merupakan zaman perkembangan dan keemasan; periode per­tengahan (1000-1800) dimulai dengan kelesuan dan disusul oleh keruntuhan dan kemunduran, kemudian muncul perbaik­an-perbaikan dengan berdirinya tatanan politik yang tangguh untuk beberapa abad. Namun keberhasilan meluaskan wi­layah dan membangun kekuasaan ini ti­dak dibarengi dengan kegiatan ilmiah dan penernuan teknologi sehingga secara inte­lektual dan inovatif periode ini menunjuk­kan corak kemandekan. Kelesuan di dunia Islam tersebut telah mengundang bebera­pa pemikir-pemikirnya untuk menyebar­kan semangat beragama dan mengevaluasi diri. Di pihak lain, semakin terasanya ke­hadiran Eropa telah menimbulkan sema­ngat guna belajar dari pengalaman baru serta mempertanyakan kemungkinan an­caman yang ditimbulkan. Sejarah Islam pada periode modern memang bukanlah merupakan puncak perkembangan tetapi lebih merupakan periode reevaluasi me­ngejar ketinggalan serta menemukan kern­bali semangat yang pernah tegar dan opti­mis di masa klasik.

 

Advertisement