Advertisement

Sedekah adalah sebutan atau llama bagi sesuatu — terutama harta-benda — yang diberikan kepada seseorang, lembaga atau badan yang berhak, dengan tidak meng­harapkan imbalan apapun kecuali rida Allah dalam rangka mendekatkan diri ke­pada-Nya (taqarrub ila

Para ulama membedakan sedekah ke dalam dua macam: sadaqah walibah (se­dekah wajib) dan sadaqah mandubah (se­dekah sunnah). Sedekah wajib ialah sede­kah yang harus dilakukan oleh seseorang yang telah memenuhi persyaratan-persya­ratan yang ditentukan syariat. Sedekah wajib inilah yang umum disebut dengan istilah zakat dalam rukun Islam yang lima. Dan al-Quran sendiri (di antaranya surat at-Taubat: 103) bahkan juga al-Hadis di banyak tempat menggunakan kata sada­qah (sedekah) untuk pengertian zakat, baik mal maupun zakat fitrah. Bahkan ti­dak tertutup kemungkinan untuk mema­sukkan zakat profesi ke dalamnya. Ada-pun yang dimaksud dengan sedekah man­dubah yaitu sedekah yang dianjurkan un­tuk melakukannya di setiap saat yang me­mungkinkan tanpa harus memenuhi sya­rat-syarat tertentu dan kadar-kadar terten­tu sebagai yang terdapat dalam zakat (se­dekah wajib).

Advertisement

Menurut al-Quran (lihat surat at-Tau­bat: 60), orang-orang yang berhak meneri­ma (mustahiq) sedekah wajib ialah:

  • orang-orang fakir,
  • orang-orang miskin,
  • para pengurus atau panitia zakat.
  • para mu’allaf quh7bahum, yakni mereka yang pantas dibujuk hatinya untuk me­meluk Islam atau menambah kuat keis­laman dan keimanannya,
  • untuk memerdekakan budak,
  • orang-orang yang punya hutang,
  • sabilillah seperti peperangan dan lain-lain kepentingan umat Islam,
  • ibnu sabil, yakni orang-orang yang ke­ kurangan bekal dalam perjalanan yang bukan maksiat.

Selain berhak menerima sedekah wajib (zakat), mereka yang disebutkan di atas -terutama fakir dan miskin — juga berhak menerima pemberian dari sedekah man-dub. Betapa banyak ayat Quran dan Ha­dis yang menganjurkan umat Islam supaya mengeluarkan sedekah mandub di sam­ping membayar sedekah wajib. Selain orang-orang fakir dan miskin dapat terto­long, dengan sedekah — baik yang wajib maupun yang sunnah — kecemburuan sosial yang acapkali menimbulkan gejolak yang tidak menyenangkan, sedikit banyak akan dapat diatasi.

Dalam pada itu bila diperhatikan secara seksama, pengertian sedekah sesungguh­nya memiliki ruang lingkup yang sangat luas; karena, seperti tersimpulkan dalam Hadis Rasulullah, setiap aktivitas yang me­ngandung nilai positif dalam pandangan Islam dapat disebut sebagai sedekah. Kul­lu ma`rufin sadaqatun (setiap yang baik (makruf) adalah sedekah), demikian da­lam Hadis al-Bukhari dan Jabir ibnu Ab­dillah. Termasuk ke pengertian dalam se­dekah ialah membaca tasbih, membaca takbir, beramar makruf dan nahi munkar (memerintah berbuat baik dan melarang dan yang mungkar). Pendeknya, demiki­an kesimpulan sebagian ulama, setiap amal perbuatan yang menurut dalil-dalil syara dapat dikategorikan ke dalam per­buatan yang baik — apakah itu berlaku atau tidak dalam adat kebiasaan dapat digolongkan ke dalam kriteria makruf di atas yang berarti juga dapat disebut seba­gai sedekah.

Selain diartikan dengan derma, sedekah juga dipergunakan untuk pengertian sela­matan atau kenduri. Bahkan di sebagian masyarakat tertentu, kata sedekah atau sedekahan acapkali dipergunakan untuk sebutan bagi sejumlah makanan (sesajen dalam istilah Jawa) yang disajikan kepada orang atau makhluk halus. Pengertian se­dekah yang demikian, jelas menyimpang dan makna semula kata sedekah itu sendi­ri, yang samasekali tidak mengandung hal­hal yang tergolong ke dalam perbuatan syirik.

 

Advertisement