Advertisement

Samud adalah nama suku bangsa yang mendiami belahan Barat Laut Jazirah Arab. Kawasan tersebut terkenal dengan nama Wadi al-Aura (Lembah Desa-Desa), karena di lipatan lembahnya terdapat se­jumlah besar desa yang tersebar berjauh­an. Kaum Samud menjadi penguasa ka­wasan ini dan membangun sebuah kota yang bernama Hijr, pusat dan ibu kota dari negeri mereka.

Sejarah masa lampau kaum Samud ti­dak banyak diketahui. Sumber-sumber yang berbicara tentang kaum ini hanya memberikan informasi bahwa mereka ber­asal dari Arabia Utara dan datang ke Wadi al-Qura sebagai ahli-ahli bangunan. Kisah tentang kaum Samud diketahui sejak han­curnya kaum Ad, suatu kaum yang sudah hancur sebelum mereka. Sedangkan masa akhir dari kaum Samud tercatat menjelang kelahiran nabi Musa.

Advertisement

Al-Quran menyebut kaum Samud seba­gai kaum yang juga mendurhaka kepada Tuhan serta menolak kebenaran yang di­bawa oleh nabi dan rasul Allah yang ber­nama Salih. Salih mengajak mereka untuk kembali ke jalan yang benar, namun me­reka menolak. Mikan unta yang menjadi mukjizat nabi Salih mereka bunuh. Ke­congkakan mereka sebagai ahli-ahli ba­ngunan telah membawa mereka kepada kehidupan yang megah dan mewah. Me reka telah menyalahgunakan nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka. Me­reka bangun rumah-rumah dan bungalow-bungalow mewah, sementara sebagian kecil dari mereka hidup melarat. Tersebab hal ini Tuhan membinasakan orang-orang yang congkak dan sombong dengan gempa dan petir yang dahsyat.

Sesudah hancurnya generasi pertama kaum Samud ini, yakni generasi yang mendurhaka kepada Tuhan, tinggallah me­reka-mereka yang masih beriman dan me­lakukan perbuatan-perbuatan terpuji. Sumber-sumber sejarah lebih banyak memberikan informasi tentang kaum Sa­mud generasi kedua ini.

Diceritakan bahwa Sarjon II, raja Assi­ria yang memerintah dari 722-750 SM pernah menyerang Arab dan menguasai kawasan Wadi al-Aura. Orang-orang Sa­mud generasi kedua ini tidak lagi berkuasa di sana. Dan ketika tentara-tentara Ro­mawi menaklukkan Arabia Utara, dikata­kan kaum Samud dijadikan sebagai pasu­kan cadangan tentara Romawi.

Ketika Islam lahir, kaum Samud tidak dijumpai lagi. Yang tinggal adalah bekas­bekas kota yang mereka bangun. Negeri mereka sudah diduduki oleh Yahudi dan beberapa suku kecil Arab lainnya.

Advertisement
Filed under : Review,