Advertisement

Salat Witir adalah salat sunah muakkad (yang amat dipujikan) yang jumlah rakaat­nya adalah ganjil, sekurang-kurangnya sa­tu rakaat, dan sebanyak-banyaknya sebe­las rakaat. Waktunya sesudah salat isya sampai terbit fajar. Abu Sald al-Khudri menerangkan bahwa Rasulullah bersabda: “Salat witirlah kamu sebelum datang wak­tu subuh”. (H.R. Muslim). Mengenai jum­lahnya Abu Ayub menjelaskan bahwa Ra­sulullah bersabda: “Salat witir itu hak, maka siapa yang suka melakukannya lima rakaat, lakukanlah, siapa yang suka mela­kukannya tiga rakaat lakukanlah, dan si­apa yang suka melakukannya satu rakaat, lakukanlah.” (H.R. Abu Daud dan Nasai). Dalam hadis lain dan Aisyah Ummul­mukminin diterangkan bahwa Rasulullah mengerjakan salat witir di antara salat isya dengan terbit fajar sebelas rakaat (Hadis Muttafaq Alaih), dan banyak lagi hadis­hadis lain yang menyatakan boleh melaku­kannya tujuh atau sembilan rakaat.

Dalam pelaksanaannya boleh dengan memberi salam tiap dua rakaat, karena.ha­dis Aisyah menyatakan bahwa Rasulullah pernah melakukannya seperti demikian (Hadis Muttafaq Alaih). Adapun yang terakhir boleh dilakukan satu rakaat, dan boleh juga tiga rakaat dengan satu salam, sesuai dengan sebuah hadis, dari Ubai ibnu Ka’ab bahwa Rasulullah tidak membaca salam kecuali setelah selesai tiga rakaat (H.R. Nasai). Jika dilakukan tiga rakaat dengan satu salam, hendaklah dengan ti­dak membawa tasyahhud-awal, agar tidak serupa’ dengan salat magrib, karena ada larangan dari melakukan demikian, seperti dinyatakan dalam sebuah hadis yang diri­wayatkan oleh al-Hakim: “Janganlah kamu lakukan salat witir serupa dengan salat magrib.”

Advertisement

Advertisement