Advertisement

Persatuan Islam (Persis) adalah sua­tu organisasi sosial, pendidikan dan ke­agamaan yang didirikan di Bandung pada 17 September 1923 (1342 H) atas prakar­sa K.H. M. Zamzam dan H. Muhammad Yunus, dua orang saudagar asal Palembang yang telah lama menetap di kota kembang itu.

Penamaan organisasi ini, menurut Tafsir Qanun Asasi Persatuan Islam, diilhami oleh firman Allah dalam surat 3:103 (“… Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian pada tali Allah, dan janganlah kamu ber­cerai berai …”), dan Hadis Nabi (kekuasa­an Allah beserta jamaah”).

Advertisement

Organisasi ini didirikan atas dasar Islam, dengan tujuan untuk mengamalkan segala ajaran Islam, dalam segi kehidupan anggo­tanya dalam masyarakat, dan untuk me­nempatkan kaum muslimin pada ajaran akidah dan syariat yang murni berdasar­kan al-Quran dan as-Sunnah. Dalam rang­ka upaya mencapai tujuan itu, Persis me­nyusun beberapa program pokok, antara lain:

1. Mengembalikan kaum muslimin kepada pemimpin al-Quran dan as-Sunnah.

2. Menghidupkan ruh jihad dan ijtihad da­lam kalangan umat Islam.

3. Membasmi bid’ah, khurafat dan takha­yul, taklid dan syirik dalam kalangan umat Islam.

4. Memperluas tersiarnya tablig dan dak­wah Islam kepada segenap lapisan ma­syarakat.

5.         Mendirikan madrasah atau pesantren untuk mendidik putra-putri muslim de­ngan dasar al-Quran dan as-Sunnah. Untuk merealisir program-program pokok itu, Persis membentuk bagian-bagian

(departemen-departemen), antara lain:

1. Bagian Wanita dan Pemudi, yang dise­but Persatuan Islam Istri (Persistri) dan Jam`iyyat al-Banat. Bagian ini bertugas mengurus segala kegiatan yang berhu­bungan dengan anggota Persis wanita dan pemudi, dan masalah tablig, sosial,

 

pendidikan dan lain-lainnya. Menurut data terakhir (1986/1406 H) Persistri mempunyai anggota 2505 orang, se­dangkan Jam`iyyat al-Banat mempu­nyai anggota 349 orang.

Bagian Pemuda, bernama Pemuda Per­satuan Islam. Bagian ini mengurus se-gala kegiatan yang berhubungan dengan anggota Persis dari kalangan pemuda. Menurut data terakhir, Pemuda Persatu­an Islam mempunyai anggota 539 orang. Bagian Tablig, bertugas merencanakan dan melaksanakan tablig dan dakwah Islam dalam segenap lapisan masyarakat, menyelenggarakan kader mubalig dan membuat naskah khutbah jumat untuk pegangan para khatib. Bagian Tablig ini telah berhasil mencetak 768 orang mu­balig, terdiri dan 572 orang mubalig dan 196 mubaligat.

Bagian Pendidikan, bertugas mendiri­kan madrasah atau pesantren, untuk mendidik putra-putri Islam agar men­jadi pembela Islam yang sesuai dengan al-Quran dan as-Sunnah. Bagian ini, se­jak awal berdirinya Persis, telah menye­lenggarakan kelas pendidikan akidah dan ibadat bagi orang dewasa (1924/1343 H), menyelenggarakan kelas khusus pendidikan Islam bagi para siswa Seko­lah Belanda (1927/1346 H), mendiri­kan Taman Kanak-kanak dan HIS (1930/1349 H), mendirikan MULO dan Sekolah Guru (1931-1932/1350­1351 H), dan pada 1938 (1357 H) Per­sis telah mendirikan lima buah sekolah HIS di Jawa Barat. Menurut data ter­akhir jumlah perndidikan yang dike-Iola Persis 120 buah, dengan perincian: Raudhatul-Athfal (TK) 5 buah, Ibtidai­yah 88 buah, Tajhiziyah (Persiapan Sa­nawiyah) 8 buah, Sanawiyah 15 buah, dan Mu’allimin 4 buah. Di samping lem­baga pendidikan formal. Persis juga me­ngelola dua buah pesantren, yaitu Pe­santren Islam Bandung, yang terletak di Jl. Pejagalan No. 14, dan Pesantren Islam Bangil, Jawa Timur. Pesantren Islam Bandung didirikan pada Maret 1936 (1355 H), diasuh oleh A. Hassan (sebelum is pindah ke Bangil) dan K.H. E. Abdurrahman. Pesantren Islam Ba ngil didirikan pada 1941 (1360 H), di­asuh oleh A. Hassan.

5.Bagian Penyiaran, bertugas menerbit kan kitab-kitab, majalah-majalah dan sebagainya, untuk menyebar-luaskan paham-paham Persis kepada masyara­kat. Sejak berdirinya Persis telah me­nerbitkan beberapa majalah, antara lain: Pembela Islam, al-Fatwa, Sual Ja­wab, al-Lisan, at-Takwa, al-Muslimun, Suara Ahlus-Sunnah wal-Jamaah, dan Risalah. Menurut data terakhir, majalah Risalah telah mencapai oplag 10.000 eksemplar setiap bulan, tersebar ke selu­ruh Nusantara, bahkan sampai juga ke luar negeri, seperti Singapura, Malay­sia, Jepang dan Saudi Arabia. Selain majalah-majalah tersebut, Persis juga telah menerbitkan buku-buku agama, terutama karangan tokoh-tokoh Persis sendiri, seperti A. Hassan dan lain-lain­nya.

6.Bagian Perbendaharaan, Sosial dan Eko­nomi, bertugas mencari, mengurus dan membelanjai keuangan organisasi, me­melihara harta kekayaan organisasi, memberi pertolongan kepada fakir mis­kin dan orang-orang terlantar, membe­rikan sumbangan bagi pembangunan mesjid, madrasah, poliklinik, perbaikan jalan dan sarana-sarana sosial lainnya.

 

Advertisement