Advertisement

Nuzul al-Quran, berarti turunnya al­Quran, kitab suci umat Islam. Al-Quran sebagai firman-firman Allah, diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Mu­hammad secara berangsur-angsur selama lebih kurang 23 tahun (sejaks Muhammad berusia 40 tahun sampai ia wafat pada usia 63 tahun). Penurunan secara berang­sur-angsur itu antara lain dimaksudkan se­bagai salah satu cara untuk meneguhkan hati Nabi Muhammad, dan juga dimaksud­kan untuk memudahkan para sahabatNabi menghafalkan dan mengamalkan serta menghayatinya dengan baik.

Al-Quran turun pertama kali kepada Nabi Muhammad tatkala ia sedang me­nyendiri di Gua Hira, dekat kota Mekah. Ayat-ayat yang turun pada saat itu adalah lima ayat pertama surat al-Alaq (“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah men­ cipta; Ia mencipta manusia dad alaq; baca­lah! Dan Tuhanmu maha pemurah, yang – mengajar dengan pena”). Beberapa per­nyataan dari al-Quran sendiri yang menun­jukkan bahwa ia (al-Quran) diturunkan pada bulan Ramadan, pada had perjumpa­an dua golongan, dan pada malam kadar, dijadikan pegangan oleh para ulama untuk menetapkan bahwa nuzul al-Quran yang pertama kali ini, tetjadi pada malam 17 Ramadan.

Advertisement

Malam nuzul al-Quran tercatat dalam al-Quran sendiri sebagai malam yang agung, yakni lailat al-qadr. Keagungan ma-lam itu tidak lain artinya dari keagungan arti nuzul al-Quran. Karena itu dapat di­maklumi mengapa umat Islam di Indone­sia ini khususnya mencatat had nuzul al­Quran itu sebagai salah satu hari besar Is­lam, yang diperingati oleh segala lapisan masyarakat dalam rangka mengenang atau menggali makna agung yang terkandung di dalamnya.

Advertisement
Filed under : Review,