Advertisement

an- Nasafi, adalah suatu sebutan (panggilan) yang merujuk pada tiga orang, yaitu:

(1) Abu al-Mu’in Maimun ibnu Muham­mad ibnu Muhammad ibnu Makhul al-Ha­nafi al-Makhuli (w. 1114/508 H), seorang teolog Islam periode pertama yang telah merumuskan argumen ketuhanan dalam ilmu kalam. Dia tergolong teolog muda yang cukup produktif yang telah menyum­bangkan beberapa karya penting, antara lain:

Advertisement

a. Tamhid li Qawa`id at-Tau/tic suatu buku yang berisi tentang pokok-pokok akidah dengan menggunakan metode sko­lastik. Bagian pertama buku ini membica­rakan tentang doktrin (teori) pengetahu­an, dilanjutkan dengan doktrin imarnat (keyakinan tentang imam), dan ditutup dengan petunjuk mengenai doktrin ketu­hanan.

b.  Tabsyirat al-Adillat, berisi penjelasan tentang masalah-masalah akidah, dengan skema yang hampir sama dengan buku pertama.

c.  Bahr al-Kalam, berbeda dengan ke­dua buku di atas, buku ini lebih merupa­kan pembelaan dan polemik penulisnya.

(2)   Abu Hafs Umar Nadimuddin (w. 1142/537 H), seorang hakim dan teolog. Dialah yang mengarang buku Aqa`id, ber­isi beberapa persoalan akidah yang disu­sun dalam bentuk tanya jawab. Buku ter­sebut dikenal sebagai buku pertama yang secara ringkas membahas dasar-dasar aki­dah dari kalangan ahlussunnah dengan menggunakan mantik atau logika, yang di Eropa dikenal dengan judul The Pillar of the Creed, edisi Cureton.

(3)   Hafizuddin Abul-Barakat Abdullah ibnu Ahmad ibnu Mahmud, seorang teo­log dan tokoh penting mazhab Hanafi. la dilahirkan di Nasaf, Sogdiana; dan pernah belajar kepada Sy amsul-kimma al-Kardari (w. 1244/642 H), Hamiduddin ad-Darir (w. 1267/666 H) dan Badruddin Khwa­herzade (w. 1253/651 H). Ia pernah men­jadi staf pengajar Madrasah al-Qutbiyah as-Sultaniyah di Kirman, pernah berkun­jung ke Bagdad, dan wafat pada Agustus 1310 (Rabiulawal 710 H) di Idadi, Khu­zistan. Di antara murid-muridnya yang terkenal adalah Muzaffaruddin ibnu as­Seati (w. 1294/694 H), pengarang buku Maima` al-Bahrain, dan Husanuddin as­Signaki (w. 1314/714 H), komentator buku al-Hidayat.

Hafizuddin termasuk pengarang yang cukup produktif. Di antara karangannya adalah Kitab al-Manar fi Usul al-Fiqh, yang membicarakan tentang dasar-dasar hukum; Kanz ad-Daqaiq, sebuah ringkasan dan kitab al-Wafi, yang pernah diajarkan kepada Ibnu Seat di Kirman, dan banyak beredar di Damaskus dan Kairo; al-Mus­tasyf wa al-Manafi, komentar terhadap kitab an-Nafi karya Nasiruddin as-Samar­qandi (w. 1258/656 H); al-Mustasyfa, ko­mentar terhadap kitab Manzuma karya Nadimuddin Abu Hafs an-Nasafi (w. 1442/ 537 H); dan Madarik at-Tanzil wa Hagaiq at-Ta’wil, sebuah tafsir al-Quran yang te­lah diterbitkan di Bombay (1279/680 H) dan di Kairo (1306/706 H) dalam dua jilid.

Advertisement
Filed under : Review,