Advertisement

Muwatta (alMuwatta’) adalah sebuah kitab hadis tertua yang sampai kepada kita, dan disusun pada pertengahan abad ke-2 H. Penyusunnya ialah Imam Malik bin Anas al-Asbahi (93-179 H), pendiri mazhab Maliki. Kitab tersebut disusunnya pada masa pemerintah khalifah al-Mansur. Pada waktu khalifah tersebut meminta agar kitab Muwatta dapat dijadikan pe­doman yang mengikat bagi seluruh daerah Islam waktu itu, Imam Malik menolaknya, dengan alasan bahwa di setiap daerah su­dah beredar fatwa-fatwa dan ulama-ulama lain yang sudah mapan. Sedangkan apa yang ada di dalam Muwatta belum tentu lebih balk dari fatwa-fatwa yang sudah ada di kalangan mereka.

Dalam sejarah perkembangan hadis, khalifah Umar bin Abdul Aziz disebut sebagai seorang penguasa yang amat besar jasanya dalam usaha pengumpulan hadis Rasulullah. Karena khawatir akan lenyap­nya ajaran Rasulullah disebabkan telah wafatnya para sahabat dan sebagian ahli hadis dari kalangan tabiin, ia memerintah­kan kepada seluruh gubernur agar meng­himpun hadis-hadis Rasulullah di daerah­daerah masing-masing mereka. Usaha itu mula dilakukan oleh Abu Bakar Ibnu Hazm gubernur Madinah dan Ibnu Syihab az-Zuhri. Kemudian usaha itu dilanjutkan lagi pada pertengahan abad kedua, seperti oleh Ibnu Juraij (w. 150 H) di Mekah, al­Auza’i (w. 156 H) di Siria, Sufyan as-Sauri (w. 161 H) di Kufah, dan Imam Malik (w. 179 H) di Madinah. Di antara karya-karya ulama-ulama tersebut, yang sampai kepa­da kita hanyalah kitab alMuwatta oleh Imam Malik. Sistem pengumpulan hadis pada periode ini bercampur baur antara hadis Rasulullah dengan fatwa-fatwa saha­bat dan tabiin, seperti dapat dibuktikan di dalam kitab Muwatta Imam Malik. Oleh karena itu ada yang menggolongkannya sebagai kitab fikih.

Advertisement

Dad kitab tersebut imam Syafil pendiri mazhab Syafil memulai pendalaman hadis. Imam Syafil setelah mendalami bahasa Arab di sebuah perkampungan Badawi. Ia kembali ke Mekah dan mendalami fikih dari ulama-ulama terkemuka di negeri itu. Dalam bidang hadis ia mengadakan per­lawatan ke Madinah untuk belajar kepada Imam Malik yang terkenal sebagai seorang tokoh hadis waktu itu. Diriwayatkan bah­wa sebelum Imam Syafil berangkat ke Madinah, kitab Muwatta telah sempat di­hafalnya secara utuh, sehingga begitu ia bertemu dengan Imam Malik, ia tinggal mendiskusikan apa yang telah dihafalnya itu.

Dalam pelajaran hadis, ada enam buah kitab hadis yang dianggap Mu’ t am ad (le­bih dipercaya untuk dipegangi), yang di­sebut dengan al-kutub as-sittah (enam buah kitab hadis utama). Lima di antara­nya disepakati oleh ulama, yaitu: Sahli? Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Daud, Sunan an-Nasai dan Sunan at-Turmuzi. Ulama berbeda pendapat mengenai kitab mu tamad yang keenam. Abu al-Fadl Mu­hammad Ibnu Tahir al-Maqdisi (448-507 H) berpendapat bahwa kitab yang keenam ialah Sunan Ibnu Majah. Alasan yang di­kemukakannya ialah, karena di dalam ki­tab tersebut banyak didapati zawaid (tam­bahan-tambahan) yang tidak didapati di dalam kitab-kitab lain seperti kitab Mu­watta. Berbeda dengan ,pendapat itu, Abu al-Hasan Razin ibnu Mu`awiyah as-Sarciisti (w. 535 H) dalam kitabnya at-Tajrid, dan al-Imam Abu as-Seadat Mubarak ibnu Muhammad al-Jazari (w. 606 H) dalam kitabnya Jam?’ menyebutkan bah­wa kitab yang menduduki urutan keenam ialah kitab Muwatta oleh Imam Malik. Alasan yang mereka kemukakan ialah, bahwa perawi-perawi hadis yang dipakai oleh Imam Malik lebih terpercaya diban­ding dengan perawi-perawi yang dipakai di dalam Sunan Ibnu Majah. Sedangkan ha­dis-hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu

Majah sendiri, menurut al-Hafiz al-Muzzi, pada umumnya adalah lemah.

Kitab Muwatta telah banyak dikomen­tad oleh ahli-ahli hadis. Di antaranya ialah Ibnu Abdul-Barr dalam kitabnya at-Tam­hid, dan ad-Dahlawi (1176 H) dalam kitab­nya al-Musawwa. Di samping banyak yang mengulasnya, ada pula yang mering,kasnya. Di antaranya ialah al-Khattabi (w. 388 H) dalam kitabnya Mukhtasar al-Khattaby, dan Abu al-Walid al-Baji (774 H) dalam kitabnya Mukhtasar Abi al-Walid al-Baji.

Incoming search terms:

  • arti muwatta

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • arti muwatta