Advertisement

Muslim secara etimologis, merupakan bentuk ism fern (subjek/pelaku) dari kata kerja aslama — yuslimu — islaman. Karena hanya sebagai bentuk subjek atau pelaku dari perbuatan islam, maka pengertiannya sangat tergantung pada pengertian islam itu sendiri.

Kalau kata islam, secara bahasa, berarti damai, menyerah, patuh, selamat, sejahte­ra dan sebagainya, muslim pun, secara ba­ hasa, berarti orang yang damai, orang yang menyerah, orang yang patuh, orang, yang selamat, orang yang sejahtera dan se­bagainya.

Advertisement

Dalam istilah, islam biasanya dirumus­kan dalam dua arti, arti luas dan arti sem­pit. Dalam arti luas, islam adalah agama wahyu yang diturunkan kepada manusia melalui seluruh para nabi, sejak Adam sampai Muhammad. Sedang dalam arti sempit, islam adalah agama wahyu yang diturunkan, untuk seluruh umat manusia sampai hari Kiamat, melalui Nabi Muham­mad. Untuk membedakan kedua arti ter­sebut, biasanya islam dalam arti luas ditu­lis dengan “islam” (i-nya memakai huruf kecil), sedangkan islam dalam arti sempit ditulis dengan “Islam” (I-nya memakai huruf besar). Dengan demikian, muslim pun mempunyai dua arti, arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas, muslim adalah orang yang memeluk agama-agama yang diturunkan kepada seluruh para nabi, dari Adam sampai Muhammad. Dalam arti sempit, muslim adalah orang yang meme­luk agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Secara garis besar ajaran Islam (arti luas dan sempit) itu terdiri dari akidah, ibadat dan akhlak. Maka, seorang muslim harus memiliki akidah yang kuat (beriman kepa­da Allah para nabi atau rasul, kitab-kitab suci, para malaikat dan hari Akhirat), menjalankan ibadat dengan tekun (berhu­bungan secara vertikal dengan Allah, seca­ra horizontal dengan sesama manusia, dan secara frontal dengan alam semesta), dan mempunyai akhlak atau kepribadian yang baik, yang mencerminkan akidah dan iba­datnya. (Lebih lanjut lihat Islam).

Advertisement