Advertisement

Muktamar Alam Islami (Mu ‘t amar al-`A lam al-Islami/Konperensi Dunia Islam) adalah badan tetap yang dibentuk di Kara­ci, Pakistan, pada 1949 (lihat juga Kong­res Islam Sedunia). Sewaktu diadakan Konperensi Ekonomi Islam antar-bangsa pada Nopember 1949 di Karaci yang diha-

diri oleh tidak kurang dari 18 negara pe­serta, di antaranya dibentuklah Federasi Kamar Dagang dan Industri Islam Antar­bangsa dan Muktamar Adam Islami (MAI). Pembentukan Kadin Islam ini bertujuan untuk mempromosikan kerjasama ekono­mi, perdagangan dan industri di antara negeri-negeri Islam. Sedangkan MAI yang mengupayakan hubungan lebih kualitatif dan erat antar negeri-negeri Islam akhir­nya melahirkan panitia tetap yang berke­dudukan di Karaci dan Kairo secara ber­pindah-pindah. Dr. In’amullah Khan dari Pakistan terpilih sebagai Sekretaris Jende­ral yang pertama. Kalihatannya badan ini tidak mampu berbuat banyak, meskipun telah mendapat dukungan langsung dan kuat dad pemerintah Saudi, Pakistan dan Mesir. Tidak diragukan interes dan okupa­si politik yang berbeda dari ncgara-negara ini telah mempengaruhi secara negatif ja­lan dan pelaksanaan program-program MAI.

Advertisement

Bagaimanapun pada paruh kedua abad ke-20 telah tumbuh berbagai seminar, konperensi, dan kongres Islam internasio­nal baik di Indonesia (KIAA dan OH) maupun negara-negara Islam lainnya (Ra­bitah). Kemudian yang cukup penting se­menjak kekalahan pasukan-pasukan Arab di tangan Israel pada 1967 berbagai upaya formal dan informal telah diupayakan untuk lebih mengintensifkan dan meng­efektifkan solidaritas umat, di antaranya dibentuklah sekretariat tetap Organisasi Konperensi Islam (OKI) di Jeddah pada Maret 1970, yang diikuti dengan peresmi­an anggaran dasar organisasi tersebut pada Maret 1972. Kelahiran OKI ini terbukti telah meningkatkan kualitas berbagai upa­ya menggalang solidaritas umat sehingga menjadi lebih terfokus dan terpadu. Me­mang pembagian tugas dan pengembangan lapangan kerjasama menjadi semakin jelas dan meningkat, seperti dapat dilihat dari pembentukan badan-badan yang khusus menangani masalah-masalah, termasuk ri­set, ekonomi, perbankan, budaya-sejarah, kalender, dan keagamaan.

Advertisement