Advertisement

Moor adalah istilah yang umumnya digu­nakan oleh para penulis Eropa terhadap umat Islam di Afrika Utara dan Andalusia, Spanyol. Mulanya istilah tersebut diguna­kan orang-orang Romawi kepada pendu­duk Mauritania di Afrika Barat, dengan sebutan Mauri (berasal dari bahasa Puni­sia, berarti “Barat”). Kemudian orang­orang Spanyol meminjam istilah itu, men­jadi Moro, untuk para pemeluk Islam yang telah menaklukkan negerinya, terutama Andalusia. Dari istilah ini, kemudian, orang Inggris menggunakan perkataan Moor sebagai sebutan untuk kaum musli­min di Spanyol dan Afrika Utara. Istilah Moro selanjutnya digunakan orang Spanyol kepada umat Islam yang dijumpainya di Filipina sewaktu mereka menaklukkan negeri tersebut.

Agaknya, istilah Moor muncul ketika atau setelah raja Ferdinand dan ratu Isa­bella dari Spanyol mengusir umat Islam dari negeri tersebut pada 1492. Umat Is­lam dipaksa kembali ke tanah asalnya, Afrika Utara. Pengusiran itu berlangsung terus .menerus hingga ke masa raja Philip III. Selain diusir, ternyata, pilihan lain ba­gi umat Islam yang tidak mau meninggal­kan Spanyol adalah dipaksa memeluk aga­ma Kristen oleh Kardinal Ximenas de Cis­nares pada 1499. Selain itu, pemerintah Spanyol rhembakar seluruh khazanah per­pustakaan Islam yang terdapat di sana.

Advertisement

Akibat dari pemaksaan Kristenisasi ter­hadap umat Islam yang tidak mau mening­galkan Spanyol menimbulkan suatu go­longan pemeluk agama yang secara resmi Kristen, tetapi cara hidupnya masih berci­rikan tradisi Islam. Mereka ini dijuluki Marisco, bangsa Moor kecil. Kemudian, belakangan ini muncul nama baru, Les Mozarabes, untuk sebutan orang-orang Spanyol yang masih menggunakan tradisi kehidupan Arab.

 

Incoming search terms:

  • istilah moor

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • istilah moor