Advertisement

Mihrab adalah bagian ujung sebuah mesjid yang menunjukkan arah (kiblat) pelaksanaan salat. Tempat ini diperuntuk­kan buat imam guna memimpin salat je­maah. Kalau pada masa awal Islam, mih­rab tidak memiliki ciri bangunan yang khas dan jelas, berkembangnya budaya dan corak arsitektur Islam telah mengil­hami pembangunan berbagai bentuk mih­rab yang megah dan syandu. Dilengkapi dengan mimbar yang biasanya didirikan di. sebelahnya, mihrab suatu mesjid ada­lah merupakan fokus keindahan arsitektur interior tempat ibadat Islam.

Keterkaitan bangunan sebuah mesjid dengan kiblat tertentu tak pelak lagi mem­punyai akibat langsung terhadap letak, co­rak dan struktur mihrab. Para arsitek mus­lim terlihat begitu konsisten dalam meme­nuhi tuntutan “menghadapkan mesjid” ke Ka’bah di Mekah, akibatnya mesjid sering mempertunjukkan ciri bangunan yang ber­lainan atau, dalam bahasa yang ekstrim, idiosinkreatik dalam konteks bangunan­bangunan lokal yang ada. Umpamanya, mihrab sebuah mesjid bisa saja terletak di tepi jalan atau bagian dalam mesjid jauh dari jalan guna memenuhi tuntutan agar mihrab menghadap kiblat yang tepat. Ke­adaan yang bervariasi ini memang menun­tut berbagai inovasi dan kreativitas arsi­tektur dalam rangka membuat mihrab dan mesjid secara keseluruhan menjadi indah, agung, dan nyaman bukan hanya untuk dipandang, melainkan untuk tempat men­dekatkan din kepada Allah yang Maha Agung.

Advertisement

Advertisement