Advertisement

Mesjid al- Aqsa Baitul Muqaddas adalah mesjid yang disucikan oleh umat Islam, setelah Mesjid Haram di Mekah dan Mesjid Nabawi di Madinah. Menurut riwayat, mesjid ini didirikan oleh Nabi Sulaiman, sebagaimana Mesjid Haram, mula-mula didirikan oleh Nabi Ibrahim. Tetapi ada pula yang menerangkan, bah­wa kedua mesjid tersebut, pertama kali­nya dibangun oleh Nabi Adam. Kemudian anak cucu Adam tersebar. Ibrahim sebagai anak keturunan Adam pergi ke tanah Arab, lalu memperbaharui fondasi ba­ngunan Baitullah (Ka’bah), sedangkan Na­bi Sulaiman pergi ke Palestina, lalu is memperbaharui bangunan Mesjid al-Aq­sa.

Menurut keterangan tanah yang diper­gunakan untuk membangun mesjid al­Aqsa merupakan tanah waqaf dan sese­orang bernama Nasuha. Nasuha mewaqaf­kan tanah itu kepada Nabi Daud untuk kepentingan pembangunan mesjid. Semula, Nasuha meminta pembayaran untuk ta­nahnya dengan harga yang sangat mahal, berupa emas yang ditaburkan seluas 4.000 kaz. Tetapi setelah ia menyadari bahwa tanah itu untuk kepentingan pembangun­an tempat beribadat, akhirnya ia me­wakafkannya kepada Daud.

Advertisement

Dalam pada itu, terdapat perbedaan pe­mahaman mengenai yang dim aksud de­ngan Mesjid al-Aqsa yang disebut dalam al-Quran, surat Bani Israil; 1. Menurut Jumhur ulama, yang dimaksud dengan Mesjid al-Aqsa, dalam ayat itu adalah mes­jid yang terdapat di Palestina. Sedangkan menurut sebagian pendapat, yang dimak­sud dengan Mesjid al-Aqsa adalah tempat sujud terjauh yang disaksikan Nabi Mu­hammad, pada waktu ia mikraj ke Sidrat al-Muntaha.

Mesjid al-Aqsa dalam arti kedua bukan saja penting bagi umat Islam, tetapi juga penting bagi umat Nasrani dan umat Ya­hudi. Oleh ‘karena itu, sebenamya, tempat tersebut tidak hanya dihormati dan disu­cikan oleh umat Islam, tetapi juga oleh penganut agama-agama tersebut.

 

Advertisement