Advertisement

Maulid adalah peringatan keagamaan yang lazimnya berhubungan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad (maulid an­Nabi). Memang dalam kalender Islam, hari kelahiran Nabi ditentukan pada 12 Ra­biulawal; namun adalah kenyataan bahwa hari kelahiran tersebut tidak diketahui se­cara pasti. Ia hanya diindentifikasi sebagai “Tahun Gajah” (Am al-Fil), yaitu saat da­tangnya serangan Abrahah dengan pasu­kan gajahnya guna menundukkan Mekah. Kendati kerasulan Nabi Muhammad ada­lah sentral dalam konsep kehidupan Islami, kelahiran dan bahkan masa sebelum ke­nabiannya tidak pernah menempati posisi penting dalam tradisi keilmuan dari aki­dah kaum muslimin hingga beberapa abad kemudian. Berkembarignya teori “cahaya Nabi” (nur Muhammad) yang sangat erat berhubungan dengan falsafat neo-Platonis dan isyraqi, berperan besar dalam mendo­rong dipopulerkannya hari lahir Nabi. Di samping itu, sangat dimungkinkan bahwa peringatan Natal dalam agama Kristen ju­ga memainkan peranan dalam berkem­bangnya tradisi maulid dalam lingkungan sementara masyarakat Islam. Bagaimana­pun pentingnya pengaruh eksternal dalam melahirkan tradisi maulid, ternyata feno­mena ini akhirnya memiliki dan mencer­minkan corak Islami yang khas.

Maulid sendiri sebenarnya merupakan ekspresi seni budaya akan sentralitas Nabi Muhammad dalam tata kehidupan keaga­maan orang-orang Islam. Memang pada waktu hidup Nabi, seorang sahabatnya yang bernama Kat bin Zuhair pernah menggubah syair-syair yang menjadi ter­kenal itu. Kemudian beberapa penulis dan penyair yang lain pun menggubah syair­syair pujian terhadap Nabi sebagaimana dijumpai dalam alBurdah, alBarzanji dan Ziba), Tetapi masalahnya kenapa pemba­caan puji-pujian ini harus dikaitkan de­ngan hari kelahiran Nabi. Mungkin sulit untuk menemukan jawaban yang tepat dan pasti, tetapi kaitan upacara peringat­an maulid dengan daur hidup sementara masyarakat muslim dapat diartikan seba­gai selingan hidup lewat upacara yang ber­arti dan memiliki makna keagamaan. Yang juga menarik, sentralitas figur Nabi dalam pendekatan sulk dan tarekat mendorong elaborasi ritus-ritus yang berkaitan dengan pujian terhadap Nabi, khususnya di seki­tar acara peringatan maulid.

Advertisement

Acara sekitar maulid adalah merupakan upacara yang paling populer dan ilustratif di luar peribadatan formal Islam. Ada se­mentara pendapat yang mensinyalir bah­wa doktrin ketauhidan dan Milan yang transendental dalam Islam ikut berperan secara tidak langsung menyuburkan pujian kepada Nabi. Bagaimanapun jelas bahwa posisi Nabi yang sangat penting dalam membawakan ajaran buat umat rnanusia adalah ciri Islam yang orisinil. Dengan mengenyampingkan akses-akses yang tim­bul dari peringatan maulid Nabi, upacara itu sendiri jelas satu inovasi seni budaya keagamaan yang kreatif dan potensial.

 

 

Advertisement