Advertisement

Maktab Islamiyah Tapanuli Medan adalah sebuah madrasah di Medan. Madra­sah ini didirikan pada 19 Mei 1918 (9 Sya’ban 1336 H) oleh masyarakat Islam Tapanuli, di Medan. Madrasah tersebut mula-mula diasuh oleh suatu badan, yang para pengurusnya tercatat nama-nama: Syekh H.M. Ya’kub; H. Ibrahim (seorang penghulu); dan H. Ibrahim. Guru-guru pertama madrasah ini, tercatat antara lain:

Syekh H. Ja`far Hasan, Syekh H.M. Junus dan Syekh H. Yahya. Ulamanya yang ter­masyhur tercatat Syekh Maksyum.

Advertisement

Maktab Islamiyah merupakan madrasah tertua yang didirikan di Medan. Dalam Maktab ini diajarkan al-Quran, al-Hadis, ilmu-ilmu agama Islam dan bahasa Arab. Metodologi pengajarannya, waktu itu, ma­sih sangat sederhana, yaitu metode hafa­lan. Murid-murid dianjurkan supaya meng­hafal di luar kepala, setiap pelajaran yang diberikan kepada mereka.

Pada waktu itu timbul perbedaan pen­dapat mengenai masalah-masalah furu ‘iyah (hal-hal yang bukan dasar-dasar pokok) syariat Islam, di kalangan para pemimpin dan guru-guru agama Islam. Perselisihan semakin mendalam, sehingga kemudian la­hir sebutan golongan “Kaum Muda” dan “Kaum Tua”. Namun, perbedaan paham itu telah melahirkan kesungguhan di kala­ngan mereka masing-masing untuk mena­namkan paham masing-masing kepada para murid dan pengikut masing-masing. Kejadian-kejadian itu mendorong timbul­nya minat dan perhatian para pelajar ma­drasah (Maktab) ini untuk mencari jalan tengah yang sebaik-baiknya. Maka pada 1928 dibentuklah suatu perkumpulan pelajar, bernama “Debating Club” yang bertujuan pokok untuk membahas per­soalan-persoalan agama Islam. Sesudah perkumpulan ini berjalan selama 2 tahun, muncul saran-saran pengembangan, agar kegiatan perkumpulan diperluas, baik segi usahanya maupun kegiatan-kegiatannya. Maka, pada Oktober 1930 lahirlah cita­cita untuk mendirikan perkumpulan al­Jam`iyyatul W ashliyyah.

Advertisement