Advertisement

Majelis Ulama Indonesia (MUI) ada­lah organisasi keulamaan yang bersifat in­dependen, tidak berafiliasi kepada salah satu aliran politik, mazhab atau aliran ke­agamaan Islam yang ada di Indonesia. MUI dibentuk pada 26 Juli 1975 (17 Ra­jab 1395 H) di dalam pertemuan ulama na­sional yang kemudian disebut Musyawa­rah Nasional I MUI. Pertemuan atau mu­syawarah ini sendiri berlangsung di Jakar­ta pada 21-27 Juli 1975.

Pembentukan MUI ini membuka seja­rah barn dalam usaha mewujudkan kesatu­an umat Islam Indonesia dalam suatu fo­rum tingkat nasional yang dapat menam­pung, menghimpun dan mempersatukan pendapat dan pikiran ulama atau umat Is­lam Indonesia secara keseluruhan.

Advertisement

Tujuan dari dibentuknya MUI adalah untuk ikut serta berperan aktif dalam me­wujudkan masyarakat yang am an, dam ai, adil dan makmur yang diridai oleh Allah dan sesuai dengan Pancasila, Undang-Un­dang Dasar ’45 dan Oaris-garis Besar Ha­luan Negara (GBHN). Demikianlah tujuan dari MUI seperti yang tercantum dalam pasal 3 Pedoman Pokok MUI.

Sedangkan fungsi dari MUI adalah memberikan fatwa dan nasihat keagamaan dalam masalah sosial kemasyarakatan ke­pada pemerintah dan umat Islam Indone­sia pada umumnya, sebagai amar makruf dan nahi mungkar dalam usaha mening­katkan ketahanan nasional. Selain dari­pada itu juga berfungsi untuk memper­kuat Ukhuwah Islamiyah dan melaksana­ kan kerukunan antar umat beragama da­lam mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional. Fungsi lain dari MUI yang pen­ting adalah penghubung antara ulama dan umara serta menjadi penterjemah timbal balik antara pemerintah dan umat Islam Indonesia guna mensukseskan pemba­ngunan nasional.

MUI dibentuk di tingkat pusat atau na­sional, tingkat daerah tingkat I, tingkat daerah tingkat II.

Pengurus MUI tingkat nasional terdiri dari:

  1. Pelindung: Presiden Republik Indonesia
  2. Dewan Pertimbangan: Terdiri dari men­teri-menteri yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi MUI dan para ulama terkemuka dalam masyara­kat yang diketuai oleh Menteri Agama
  3. Dewan Pimpinan: Terdiri dari ulama dan zuama yang mencerminkan unsur­unsur yang terdapat di dalam masyara­

Komposisi kepengurusan MUI yang ter­diri dari unsur ulama, umara dan zuama ini membuat MUI dapat bertindak selaku pemersatu berbagai kelompok, aliran dan paham di kalangan umat Islam Indonesia.

Advertisement