Advertisement

Madrasah Tarbiyah Islamiyah di­dirikan pada 5 Mei 1928 di Candung Bu­kittinggi oleh beberapa ulama termasyhur di Minangkabau. Mereka adalah Syekh Su­laiman Ar-Rasuli (Candung Bukittinggi), Syekh M. Jamil Jaho (Padangpanjang), Syekh Abbas (Ladang Lawas Bukittinggi), Syekh Abdul Wahid (Tabek Gadang Suli­ki), M. Arifin Batuhampar (Payakumbuh), Syekh Khatib Ali (Padang), Syekh Makhu­dum (Solok), dan Syekh M. Yunus (Sasak Pasaman).

Pada masa berdirinya itu, Madrasah Tarbiyah Islamiyah berbentuk organisasi yang bertujuan untuk mewujudkan dan memajukan pendidikan dan pengajaran Islam. Tujuan tersebut dicapai dengan membangun surau-surau serta madrasah­madrasah. Madrasah-madrasah yang ter­gabung ke dalam Tarbiyah Islamiyah ini antara lain Madrasah Tarbiyah Islamiyah Candung, Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tabek Gadang, Madrasah Tarbiyah Islami­yah JahG Padangpanjang dan Madrasah Tarbiyah Islamiyah Batuhampar.

Advertisement

Dalam konprensi Tarbiyah Islamiyah I yang berlangsung pada 20 Mei 1930 dipu­tuskan bahwa organisasi Tarbiyah Islami­yah berdasarkan Islam, penganut Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam keimanan dan mazhab Syafi`i dalam syariat dan ibadat..

Dewasa ini madrasah-madrasah yang bernaung di bawah Madrasah Tarbiyah Is­lamiyah sudah tersebar, bukan saja di Minangkabau, bahkan juga tersebar di luar Minangkabau. Menurut catatan resmi jum­lah madrasah-madrasah tersebut telah mencapai 300 buah yang terdiri dari ting­kat Awaliyah, Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Kuliah Syarlyah bagian putra dan putri di Bukittinggi. Di samping itu Tarbiyah Islamiyah juga menerbitkan buku pelajar­an serta majalah Suarti (Suara Tarbiyah Islamiyah) dan alMizan.

Incoming search terms:

  • pengertian madrasah tarbiyah Islamiyyah

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian madrasah tarbiyah Islamiyyah