Advertisement

Teras dan Kayu Gubal, Bagian kayu yang lebih tua pada kebanyakan pohon, yang membentuk bagian tengah batang dan cabang besar, lambat laun akan kehilangan kemampuannya untuk menyalurkan cairan dan biasanya lalu mengalami perubahan sifat mencolok. Parenkima xilem dan jejari xilem-nya akan mati dan seluruh bagian tengah akan mengeras karena adanya bahan seperti tanin dan resin. Akibatnya, biasanya kayu bagian tengah berwarna gelap dan jelas berbeda dengan bagian yang dekat dengan kambium. Kedua bagian ini kemudian dibedakan menjadi teras dan kayu gubal (  7.7). Teraslah yang merupakan kayu yang baik bagi perdagangan, karena kering dan keras. Pada beberapa pohon yang dikelompokkan sebagai pohon kayu gubal, seluruh kayunya secara merata berwarna cerah. Makin ke tengah bagian pohon kayu gubal, secara fisiologis, walaupun tidak tampak, adalah terasnya. Untuk jenis-jenis tertentu luas kayu gubal akan tetap, pada beberapa jenis sempit dan pada jenis lain lebar. Walaupun demikian, pada semua pohon, diameter teras akan naik jika kayu gubal baru cepat terbentuk di bagian luar.

Walaupun teras dan kayu gubal berbeda sifatnya, perbedaan histologi dari keduanya hanyalah pada waktu pembentukannya; ketika kayu gubal menjadi teras, pembuluh xilemnya akan terhalang oleh berbagai pertumbuhan ke dalam yang berbentuk gelembung, yang disebut tilosis (  7.8).

Advertisement

Selama pembentukan teras akan terjadi perbedaan tekanan antara pembuluh dan sel-sel parenkima yang bersebelahan, dan membran noktahnya akan terdesak masuk ke dalam rongga pembuluh untuk membentuk gelembung kecil. Sebagai akibat masuknya gelembung-gelembung kecil dari berbagai noktah, pembuluh itu seluruhnya tersumbat oleh berbagai tilosis.

 

Advertisement