Advertisement

OSMOSIS, Setelah mempelajari dua fakta, yaitu: (1) bahwa partikel-partikel bahan terlarut maupun pelarut dari suatu larutan mampu berdifusi; dan (2) bahwa zat saling berdifusi secara bebas; kini diperoleh kemungkinan untuk menduga apa yang akan terjadi jika dua larutan yang berbeda konsentrasinya memiliki bahan terlarut yang sama pada pelarut yang sama pula, diletakkan terpisah oleh berbagai macam selaput. Untuk maksud diskusi ini lebih baik jika dibayangkan bahwa selaput itu terentang di tengah-tengah tabung-U seperti tampak pada   9.2. Seratus mililiter larutan sukrosa 3 perses dimasukkan ke dalam tabung kiri dan 100 ml larutan sukrosa persen ke dalam tabung kanan, kedua larutan ini terpisah of selaput yang dapat dilalui dengan bebas baik oleh air maup partikel terlarut. Konsentrasi partikel sukrosa lebih b dalam tabung kiri, karena ada 3 g sukrosa dalam 100 ml laru dibandingkan pada tabung kanan yang hanya berisi 1 g sukr dalam volume larutan yang sama. Sebaliknya, konsent partikel air lebih besar dalam tabung kanan, sebab terdapat lebih sedikit partikel sukrosa, sehingga lebih banyalc partikel air per satuan volume larutan dalam tabung ini daripada dalam tabung kiri. Karena selaput membiarkan air dan partikel gula terlarut mengalir dengan’bebas, air akan berdifusi dari tabung kanan ke tabung kiri dan sukrosa dari kiri ke kanan. Pada keseimbangan konsentrasi partikel air akan sama banyak pada kedua belah sisi selaput, dan hal ini juga terjadi bagi partikel sukrosa, yaitu akan terdapat larutan sukrosa 2 persen pada kedua belah sisi selaput itu. Selaput seperti itu, yang membiarkan partikel pelarut dan partikel terlarut menembusnya, disebut selaput yang permeabel.

Dapat pula dipilih selaput yang memungkinkan air menembusnya dengan bebas, tetapi menghalangi lewatnya sukrosa. Selaput seperti itu disebut semi permeabel, awalan ‘semi’ berarti bahwa selaput hanya permeabel bagi salah satu dari kedua komponen larutan. Sekarang mari meninjau apa yang akan terjadi jika selaput semi-permeabel memisahkan larutan sukrosa sebanyak 100 ml dengan konsentrasi 3 persen dalam tabung kanan dan 100 ml larutan sukrosa 1 persen dalam tabung kiri. Seperti halnya di atas, air akan berdifusi melalui selaput dari larutan yang kurang konsentrasinya dalam tabung kanan ke larutan yang konsentrasinya lebih tinggi dalam tabung kiri, tetapi sukrosa tidak mampu menembus dengan arah sebaliknya sebab selaput tidak permeabel bagi sukrosa. Akibat berdifusinya air melalui selaput dari kanan ke kiri, volume larutan dalam tabung kiri meningkat dan permukaannya naik, sedangkan volume dalam tabung kanan berkurang dan permukaannya turun. Larutan dalam tabung kiri menjadi lebih encer sedangkan larutan dalam tabung kanan menjadi lebih pekat. Gerakan air seperti itu yang disebabkan oleh karena difusi melalui selaput semi-permeabel, merupakan contoh osmosis. Proses ini dapat didefinisikan sebagai gerakan bersih (netto) pelarut dari suatu larutan lemah (atau pelarut murni) ke larutan lebih kuat jika kedua larutan itu dipisahkan oleh selaput semi-permeabel, yaitu yang permeabel terhadap pelarut tetapi tidak terhadap bahan terlarut. Dari apa yang telah disebutkan akan jelas bahwa osmosis bukanlah suatu proses yang berbeda dari difusi, melainkan hanyalah istilah untuk menyatakan difusi bahan pelarut melalui selaput semi-permeabel.

Advertisement

 

Advertisement