Advertisement

Kembang pada Kayu, Istilah kembang atau   berlaku untuk segala ciri yang menghilangkan penampilan yang seragam dari sebilah kayu. Dua ciri struktural, yaitu lingkaran tumbuh dan jejari pembuluh memegang peranan penting dalam pembentukan kembang. Karena   yang terbentuk oleh kedua ciri tadi bergantung pada arah potongan kayu gelondongan, maka sepantasnya di sini ditunjukkan metode membelah kayu gelondongan menjadi papan. Metode yang dianggap paling hemat ialah belahan seri paralel yang menembus seluruh bagian kayu gelondogan itu (  7.9). Selain beberapa papan yang dibelah dari bagian tengah kayu, metode ini menghasilkan papan yang terbelah secara tangensial atau hampir tangensial. Papan yang demikian istilah tekniknya adalah belahan datar. Akan tetapi untuk beberapa keperluan, diperlukan belahan radial, atau disebut belahan perempat. Metode untuk menghasilkan papan belahan perempat juga diperlihatkan pada   7.9

Lingkaran tumbuh membentuk pola yang menarik pada permukaan membujur kayu, jika kayu awal dan kayu kemudian jelas dapat dibedakan, seperti halnya pada kebanyakan kayu lunak.   yang disebabkan oleh lingkaran tumbuh yang jelas akan sangat menarik pada papan belahan datar, yang lingkaran-lingkarannya tampak sebagai s.atu seri bentuk A atau fl;  pada papan belahan perempat

Advertisement

gkaran itu hanya tampak seperti garis-garis yang hampir ::eiajar (  7.10a, b). Tipe   lain ada hubungannya zengan ketidakteraturan pada lingkaran tumbuhnya. Pada neberapa pohon, karena pengelompokan daerah yang keaktifan kambiumnya lebih besar atau lebih kecil, kerucut :umbuhnya memiliki tonjolan dan lekukan pada permukaannya, sehingga pada permukaan belahan datar tonjolan ini mirip elips atau lingkaran yang teratur.   lepuh ini (  7.10c) kadang-kadang tampak jelas pada papan tripleks yang dibuat dari kayu lunak tertentu berasal dari daerah beriklim sedang di belahan bumi utara, terutama Pseudotsuga taxifolia (cemara Douglas) dan beberapa jenis tusam (Pinus spp.), misalnya tusam pekat.

Beberapa macam kayu mempunyai jejari besar (panjangnya sampai 3 cm) yang akan menyebabkan   kembang karakteristik. Kayu ek sutra atau salamander (Grevillea robusta) dan sebagian besar jenis-jenis kasuarina (Casuarina spp.) merupakan contohnya. Karena jejari ini berjalan ke arah radial,   yang ditimbulkan olehnya hanya jelas pada permukaan belahan radial sehingga jejari terbelah memanjang dan tampak sebagai lapisan dan bintik keperak-perakan (  7.10d). Agar jejari menghasilkan   kembang yang jelas, bukan saja harus besar, tetapi juga harus jelas perbedaan warna jejari itu dari bagian lain kayu tersebut.

Uraian tadi hanya dapat mengemukakan hal-hal umum mengenai kayu. Seperti halnya kebanyakan bahan yang umum digunakan, kayu pun dapat diterima sebagaimana adanya. Kadang-kadang “kembang” pada sebentuk alat rumah tangga akan dikagumi, tetapi orang tidak biasa menganggap bahwa ada sesuatu yang menarik pada papan peti kemas. Walaupun demikian, dengan jalan mempelajari dan mengamati. segala macam lembaran kayu, akan banyaklah yang dapat dipelajari mengenai pertumbuhan pohon.

 

Advertisement