Advertisement

KATALISIS, Salah satu cara untuk mempercepat reaksi kimia ialah dengan menaikkan suhunya, tetapi ini bukan satu-satunya cara. Suatu reaksi akan berlatigsung lebih cepat jika hasil reaksi yang sama dapat diperoleh melalui jalur lain yang memerlukan energi pengaktifan rendah. Hal ini kadang-kadang dapat dicapai bila reaksi dilakukan dengan bantuan kehadiran suatu zat yang is sendiri tetap tidak berubah sampai reaksi itu selesai. Misalnya pada reaksi eksergonik A —> B + C memerlukan energi -pengaktifan agak tinggi dan memerlukan penggunaan panas dari luar agar reaksi itu terlaksana. Hasil reaksi yang sama dapat diperoleh jika ada mekanisme lain yang terjadi melalui dua tahap dengan melibatkan zat ketiga X.

A + X —–> AX   (1)

Advertisement

AX —> B + C + X               (2)

 

Dijumlahkan       A —> B + C         (3)

Pada contoh itu X ikut pada reaksi dengan menggabungkan diri pada A untuk membentuk zat perantara AX yang stabil, tetapi karena zat ini segera terurai lagi memperbarui X, maka jumlah X tetap tidak berubah pada akhir reaksi ini. Karena itu hanya sejumlah kecil X diperlukan dalam campuran reaksi untuk mengubah sejumlah besar molekul pereaksi A menjadi hasil reaksi B dan C.

Jika energi pengaktifan pada reaksi (1) dan (2) keduanya cukup rendah sehingga energi panas pada suhu ruang memungkinkan reaksi tersebut terjadi dengan spontan, maka reaksi (3) yang merupakan penjumlahan reaksi (1) dan (2) akan terjadi secara spontan pula. Jika hal ini terjadi, reaksi keseluruhan A –> B + C akan berlangsung secara spontan pada suhu ruang dengan hadirnya X, sebaliknya reaksi ini tak dapat terlaksana tanpa ada X. Cara puncak energi reaksi ini diubah dengan hadirnya X tertera pada   12.4. Perhatikan bahwa walaupun X menurunkan energi pengaktifan, is tidak mengubah pertukaran energi bersih reaksi itu (yaitu pertukaran energi bebas, AG). Zat seperti X yang mempercepat reaksi kimia dengan jalan menurunkan energi pengaktifan dan keluar dari reaksi tanpa berubah, disebut katalisator, dan fenomena adanya bantuan pada reaksi kimia semacam itu dikenal dengan sebutan katalisis. Ada berbagai tipe katalisis dan beberapa di antaranya telah umum dipakai baik di laboratorium maupun dalam industri kimia.

Karena katalisator tidak mengubah hasil akhir suatu reaksi, melainkan hanya mengubah kecepatannya, maka suatu katalisator tidak dapat mengubah kedudukan keseimbangan yang tercapai pada reaksi bolak-balik. J ika suatu katalisator hadir pada keseimbangan, is akan meningkatkan kecepatan kedua reaksi ke kiri dan ke kanan sama besarnya sehingga nilai konstanta keseimbangan akan tetap sama.

Setelah sifat katalisator secara umum diuraikan, sekarang akan” diuji suatu kelompok katalisator tertentu. Secara kelompok katalisator ini dikenal sebagai enzim, yang merupakan “alat” yang digunakan oleh sel hidup untuk melaksanakan berbagai reaksi kompleks yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupannya.

 

Advertisement