DEFINISI – ARTI – PENGERTIAN ENZIM

34 views

ENZIM, Sebagai kelanjutan penemuan fenomena mengenai katalisator pada awal abad ke-19, seorang kimiawan Swedia, Berzelius, pada tahun 1836 mengemukakan bahwa berbagai reaksi kimia yang terjadi pada molekul hidup mungkin bergantung pada kehadiran katalisator dalam jaringan. Namun, belum ada bukti yang meyakinkan untuk mendukung pendapat ini sampai tahun 1897, ketika dua orang J erman, Buchner bersaudara, melaksanakan percobaan in vitro fermentasi gula menjadi alkohol, suatu reaksi yang sebelumnya dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari kegiatan makhluk hidup. Pada suatu ketika Buchner bersaudara berusaha menyiapkan ekstrak khamir (yaitu jamur bersel tunggal) untuk keperluan obat-obatan, dengan cara menumbuk dalam lumpang (mortar) khamir yang sedang aktif tumbuh agar sel-selnya pecah, dan kemudian memeras cairan dari campuran ini dalam sebuah alat pemeras. Untuk menghindari pertumbuhan jasad renik pada ekstrak itu mereka menambahkan gula sebagai “bahan pengawet” (yaitu menuruti prosedur yang lazim ditempuh pada pembuatan selai). Mereka menjadi kaget setelah melihat bahwa larutan yang dihasilkan mulai berfermentasi hampir .sama cepatnya dengan ketika masih berada dalam sel-sel khamir yang masih hidup. Karena cairan khamir itu jelas tidak hidup, mereka menyimpulkan bahwa khamir itu telah memfermentasi gula secara katalisis. Katalisator yang terdapat dalam cairan tersebut dinamakan ‘enzim’ (secara harfiah berarti dalam khamir’) sebab diduga bahwa bahan aktif yang bertanggung jawab untuk fermentasi in vitro tentulah sama dengan yang dijumpai dalam sel khamir hidup. Sekarang diketahui bahwa proses fermentasi gula menjadi alkohol merupakan proses yang sangat kompleks, yang melibatkan sekitar 12 buah reaksi berurutan, masing-masing dibantu oleh katalisator yang berbeda. J adi ekstrak khamir itu tidak hanya berisi satu macam enzim seperti diduga semula, melainkan merupakan suatu campuran yang terdiri atas sekurangkurangnya 12 katalisator yang berbeda. Setelah lebih banyak katalisator ditemukan dan dapat diekstrak dari sel-sel lain, kata enzim diterima sebagai suatu istilah umum bagi seluruh kelas katalisator biologi.

Kini diketahui bahwa gagasan Berzelius bahkan lebih tepat daripada yang didasarinya sendiri, sebab salah satu penemuan biokimia penting yang terjadi pada abad ini adalah bahwa praktis setiap reaksi kimia yang terjadi dalam sel hidup dikatalisis oleh enzim khusus. Sebagian besar reaksi kimia akan berlangsung sangat lambat pada suatu kisaran suhu (kira-kira 20-40 °C) dan pH (biasanya 5.0-7.5); yaitu keadaan yang merupakan persyaratan tumbuh bagi sel-sel hidup. Perlu ditambahkan bahwa reaksi biokimia sering sangat khusus dan menghasilkan hanya satu dari sekian banyak kemungkinan basil reaksi. Rahasia keberhasilan sel untuk memelihara dirinya terletak pada kehadiran sejumlah besar enzim khusus dalam tubuh sel itu sendiri. Jelaslah bahwa enzim sangat diperlukan oleh semua sistem makhluk hidup.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *