DEFINISI – ARTI – PENGERTIAN ABSISI

34 views

ABSISI, Telah lazim diketahui bahwa banyak pohon dan perdu menggugurkan daunnya pada awal musim kering, dan dengan cara demikian tumbuhan mengurangi permukaan yang terbuka untuk transipirasi. Proses gugurnya daun dari cabang tanpa merusak cabang itu sendiri disebut absisi daun. Daun-daun pohon dan perdu meranggas biasanya berguguran atau berabsisi, sebagai akibat adanya modifikasi sel pada suatu daerah sempit pada pangkal tangkai daun, tempat kemudian daun terlepas. Daerah itu disebut mintakat absisi, dan sering tampak dari luar, bahkan pada daun muda sekalipun, berupa sebuah alur dangkal atau adanya perbedaan warna epidermis. Menurut keadaan di dalamnya, mintakat absisi itu terdiri atas sel-sel kecil berdinding tipis dengan atau tanpa ruang antarsel (  8.12), yang membentuk suatu jaringan yang tegas terpisah dari jaringan di atas atau di bawahnya. Di dalam mintakat absisi, ikatan pembuluh kadang-kadang menyempit dan sklerenkima serta kolenkima kurang berkembang dibandingkan dalam jaringan di sebelahnya.

Peristiwa perontokan daun melibatkan pembentukan dua lapisan, pertama jaringan pemisah tempat terpisahnya daun sungguh-sungguh terjadi, dan kedua jaringan pelindung yang berkembang di bawah jaringan pemisah dan melindungi permukaan yang menjadi terbuka ketika daun jatuh.

Lapisan pemisah tumbuh pada bagian distal mintakat absisi beberapa hari atau bahkan beberapa minggu sebelum absisi terjadi. Pada lapisan ini, sel-sel terpisah satu dari yang lain dengan jalan hancurnya sebagian (selalu lamela tengah) atau seluruh dinding sel. Pada umumnya pembelahan terjadi dalam diperuntukkan menjadi jaringan absisi dan hanya sel-sel yang baru dibentuk yang dipengaruhi oleh proses xnghancuran ini. Semua sel hidup pada lapisan pemisah, wrmasuk parenkima, ikatan pembuluhnya dapat mengalami kehancuran, sehingga lama kelamaan menempelnya daun pada batang hanya melalui bagian yang mati dari ikatan pembuluh. Bagian yang mati ini akhirnya robek karena berat daun itu atau karena embusan angin, dan jatuhlah helaian daun.

Permukaan yang kemudian terbuka jika sehelai daun jatuh, akan dilindungi terhadap pembusukan dan serangan parasit oleh terbentuknya lapisan pelindung. Lapisan ini biasanya terbentuk sebelum absisi terjadi, dengan cara mengendapkan lapisan suberin dan getah luka ke dalam sel dan ruang antarsel. Kedua bahan ini akan menutupi lampang sehingga kedap air dan gas. Lapisan pelindung lambat laun, biasanya setahun setelah terbentuk, diganti oleh periderm yang timbul di bawah lampang daun sebagai sambungan periderm bagian batang lain.

Perubahan struktur yang ada hubungan dengan absisi diatur oleh keseimbangan antara sejumlah pengatur tumbuh seperti auksin asam indol asetat (IAA) dan penghambat tumbuh seperti asam absisat (ABA) yang tampaknya memegang peranan. Seandainya cara kerja pengatur tumbuh ini lebih dipahami, mungkin dapat ditafsirkan aspek anatomi absisi ini dalam bentuk perubahan metabolisme yang dapat memulainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *