Advertisement

Ciri-ciri yang Tidak Fungsional, Sampai di sini yang dibicarakan adalah fungsi unsur-unsur fonis yang merupakan basil pilihan pembicara. Namun, perlu pula dicatat akan adanya ciri fonis yang menerangkan pada orang lain, baik di­kehendaki maupun tidak oleh si pembicara, mengcnai kepribadian­nya,•tempatnya di dalam masyarakat atau daerah asalnya, dan yang perlu ditampilkan dalam deskripsi fonologis selama unsur-unsur ter­sebut hanya bernilai di dalam suatu masyarakat tertentu. Dalam bahasa Perancis, misalnya, perlu ditampilkan adanya dua varian dari fonem /r/, yang satu grasseyee yang merupakan ciri orang kota, dan yang lain roule ‘getar’ yang masih lazim diucapkan di desa, meskipun cenderung hilang. Tentu saja di dalam deskripsi fonologis tidak perlu ditampilkan bahwa pria berbicara dengan camber yang lebih rendah daripada wanita karena hal ini merupakan perbedaan universal dan tidak merupakan ciri khas suatu masyarakat. Namun, apabila di dalam beberapa bahasa di Asia Timur Laut, ternyata se­buah fonem /c/ diungkapkan sebagai [ts] oleh pria dan sebagai [ts] oleh wanita, hal tersebut tidak dapat diabaikan karena di dalam ba­hasa yang lain, dalam bahasa Italia misalnya, pria dan wanita sama mengucapkan [6] di awal kata cinque ‘lima’ dan [ts] di awal kata zuc­chero ‘gula’.

Advertisement
Advertisement