Tokoh

Advertisement

MENGENAL MOHAMMAD HUSNI THAMRIN

Mohammad Husni Thamrin, dilahirkan pada 16 Februari 1894 (1310 1-1) di Jakarta, Betawi atau Batavia ketika itu. Ayahnya, H. Tabri Thamrin, seorang Wedana di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat sekarang. Meskipun ayahnya se­orang pejabat pemerintah Belanda, namun ia taat beribadat begitupun ibunya, Nurkhamah. Pada usia yang sangat relatif muda, Mohammad Husni Thamrin suclAh banyak tertarik

MENGENAL HARUN AR-RASYID

Harun ar-Rasyid bin Muhammad al­Mandi, khalifah Abbasi kelima. Masa pe­merintahannya (786-809/170-193 H) merupakan puncak kebesaran.Bani Abbas. Keberhasilan Harun menjaga kestabilan, menciptakan kesejahteraan dan mengem­bangkan ilmu pengetahuan masih tetap mempunyai daya tarik tersendiri bagi ke­banyakan orang Islam. Hubungan Harun yang intensif dengan keluarga Barmak telah memberikannya visi yang lebih luas tentang seni pemerintahan. Semenjak masa remaja

MENGENAL IBNU YAQZAN

ibnu Yaqzan (Hidup putra Ba­ngun) adalah tokoh utama dalam risalah pendek yang ditulis oleh Ibnu Sina (w. 1036/428 H) dan juga dalam risalah lain yang ditulis oleh Ibnu Tufail (w. 1186/ 581 H) dan karenanya kedua risalah itu mempunyai nama yang sama, Risalat Hayy ibn Yaq:Tan, Kedua karya tulis itu merupakan kisah roman dengan menam­pilkan

MENGENAL HAMZAH FANSURI

Hamzah Fansuri adalah sufi terkemu­ka dari Aceh. Naskah-naskah tua tidak me­nyingkapkan dengan terang riwayat hidup­nya, tapi para ahli masih bisa mengenal dengan baik ajaran-ajaran tasawufnya, me­lalui sejumlah karyatulisnya sendiri, atau karya tulis ulama lain, .seperti Nuruddin­Raniri, yang melakukan penilaian terha­dap paham yang dianutnya. Para sarjana tidaklah meragukan keber­adaan pribadinya. Dapat dipastikan bahwa ia dan Syamsuddin

MENGENAL HAZAIRIN

Hazairin, nama lengkapnya Prof. Dr. Hazairin Gelar Datuk Pangeran, S.H., cli­kenal sebagai seorang ahli hukum dengan spesialisasi hukum adat, di samping se­orang mujtahid yang telah mencoba me­rambah jalan memunculkan pemikiran la­hirnya mazhab fikih yang sesuai dengan kepribadian Indonesia. Menurutnya fikih yang berkembang di Indonesia berasal dari hasil taklid dari kitab-kitab fikih yang di­hasilkan berabad-abad yang

MENGENAL HAMZAH BIN ABDUL MUTALIB

Hamzah bin Abdul Mutalib, salah seorang tokoh Quraisy yang telah meneri­ma ajaran Islam semenjak masa awal ke­nabian. Sebagai paman Nabi Muhammad yang muslim, Hamzah berperan besar da­lam memberikan dorongan moral dan per­lindungan terhadap Nabi, .khususnya sela­ma periode Mekah. Walaupun peranan Hamzah tidak dapat disamakan dengan Abu Talib, penerimaannya secara ter­buka atas ajaran Nabi telah memper­kuat

MENGENAL MOHAMMAD HATTA

Mohammad Hatta, dilahirkan pada 12 Agustus 1902 (1321 H.) di Batuampar, Sumatra Barat. Ayahnya, Haji Mohammad Jamil, kelahiran Batuampar, sedangkan ibunya, Siti Saleha, kelahiran Bukittinggi. Kakeknya dari pihak ayah, Syekh Arsyad, adalah seorang guru agama terkenal; se­dangkan kakeknya dan pihak ibu, Ilyas Bagindo Marah, adalah seorang pedagang. Dalam susunan keluarga, Hatta adalah anak kedua. Mulanya,

MENGENAL HASAN AL-BANNA

Hasan al-Banna dilahirkan pada 1906 (1325 H) di kota Mahrnudiyah, propinsi Buhairah, Mesh. Ayahnya, Syekh Ahmad Abdur-Rahman al-Banna, seorang ulama yang hafal al-Quran. Sebagai anak seorang ulama, Hasan al-Banna memperoleh pen­didikan dasar keagamaannya di lingkung­an keluarga. Kemudian, ia dimasukkan ayahnya ke sekolah dasar ar-Rasyad ad­Diniyah. Pada usia 12 tahun, Hasan al­Banna pernah menyaksikan praktek zikir

MENGENAL ZIYA GOKALP

Ziya Gokalp, pemikir dan penulis Tur­ki terkenal karena ide orisinilnya tentang nasionalisme Turki. Lahir di Diyar Bakr (Mesopotamia) pada 1876 dengan nama Mehmed Ziya (Dhiya’), tetapi menjadi le­bih dikenal dengan nama samarannya Go­kalp. Kehidupan pribadi dan visi pemikir­an awalnya banyak dipengaruhi oleh keluarganya, terutama ayah dan pamannya. Dari ayahnya ia mewarisi pandangan pro­gresif seperti jiwa

MENGENAL ABU HAMID AL-GAZALI

Abu Hamid al-Gazali, (selanjutnya di­sebut saja adalah ulama yang amat berpengaruh dan diagungkan di du­nia Islam. Gelarnya antara lain adalah Huj­fat al–Iskim, yang mengandung arti: bukti kebenaran Islam. Ia dilahirkan di desa Ga­zaleh, dekat Tus, Iran Utara, pada 1058 (450 H). Setelah dididik dalam lingkungan orang tua dan guru yang zahid pada masa kecil, ia

MENGENAL SUNAN GUNUNG JATI

Sunan Gunung Jati, adalah sebutan terhadap Fatahillah atau Falatehan menurut sebutan Portugis, nama aslinya Syarif Hidayatullah. Akan tetapi menurut babad­babad namanya adalah Syekh Nurucldin Ibrahim Ibnu Maulana Israil, Syarif Hida­yatullah, Said Kamil, Maulana Syekh Makhdum .Rahmatullah. Setelah wafatnya ia bergelar Sunan Gunung Jati, yang diper­tuan di daerah Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Ia dilahirkan dan

MENGENAL FIR’AUN

Fir’aun adalah sebutan (gelar) bagi raja­raja Mesir Kuno. Kata ini kelihatannya berasal dari bahasa Ibrani Per–O yang arti­nya Rumah Besar. Gelar ini diterapkan se­cara turun temurun kepada raja-raja Mesir Kuno, karena mereka dianggap sebagai ti­tisan dewa-dewa negbri Mesir, seperti Ho­rus, Buto dan lain-lainnya. Al-Quran dan Perjanjian Lama meng­gambarkan Fir`aun sebagai penguasa yang lalim, kejam dan
Page 2 of 13:« 1 2 3 4 5 6 7 » Last »