Tokoh

Advertisement

MENGENAL ALI SYARRATI

Ali Syarrati dilahirkan pada 1933 di Mazinan, Khurasan, Iran, dari lingkungan keluarga intelektual religius. Ayahnya, Muhammad Taqi Syari`ati, adalah seorang ulama besar, salah seorang pendiri gerak­an intelektual Islam, pendiri Pusat Penye­baran Kebenaran Islam di Masyhad, Iran, dan seorang mujahid. Selama empat puluh tahun, ayahnya berjuang untuk mengem­balikan pemuda didikan Barat ke tradisi ajaran Islam. Kakek

MENGENAL AL-AMIN

Al-Amin, adalah julukan yang diterima Nabi Muhammad, bahkan sebelum masa kenabiannya. Al–Arnin yang berarti “yang terpercaya” telah menjadi predikat Nabi Muhammad semenjak masa mudanya. Ke­percayaan yang diterimanya untuk men­jalankan perdagangan seorang saudagar kaya bernama Khadijah yang kemudian menjadi istrinya adalah salah satu bukti awal akan kejujuran yang ia miliki. Me­nurut satu sumber, kepercayaan orang­orang Quraisy

MENGENAL ALI ABDUR-RAZIQ

Ali Abdur-Raziq dilahirkan 1888 di Menya, Mesir. Ayahnya adalah sahabat Muhammad Abduh. Dalam usia sepuluh tahun, ia memasuki lembaga pendidikan al-Azhar. Ketika itu, Muhammad Abduh sudah berada pada tahun terakhir hubung­annya dengan al-Azhar. Karenanya, Ali Abdur-Raziq tidak sempat menjadi murid Muhammad Abduh secara langsung. Sejak 1910, ketika berusia dUa puluh dua tahun, Ali Abdur Raziq

MENGENAL AL-ALUSI

al-Alusi, adalah seorang ahli tafsir ter­nama, dan ahli hukum Islam. Nama leng­kapnya Syihabud-Din as-Said Muham­mad al-Alusi al-Bagdadi. Ia dilahirkan di sebuah desa di pinggir kota Bagdad pada 1207 H. Ayahnya adalah seorang ulama besar di negeri itu. Al-Alusi pada mulanya menimba ilmu pengetahuan dan ayahnya itu dan dan ulama-ulama besar lainnya, seperti dari Syekh Ali

MENGENAL AL-AMIRI

Al-Amiri, (lengkapnya Abu al-Hasan Muhammad bin Abi Zar Yusuf al-Amiri an-Naisaburi) adalah seorang filosof mus­lim terkemuka dari abad ke-10 (4 H). Ia cukup dikenal di masa hidupnya. Syahris­tani, penulis tentang golongan-golongan dalam Islam, memasukkannya dalam de­retan para filosof muslim terkemuka, se­perti al-Kindi, al-Farabi, dan Ibnu Sina. Abu Hayyan at-Tauhidi, dalam karyanya (al-Imta` wa al-Muanasdt), berbicara

MENGENAL SYEKH AHMAD SURKATI

Syekh Ahmad Surkati, dilahirkan di Dunggala, Sudan, pada 1872, dan berasal dari keluarga yang taat beragama. Karena itu tidak mengherankan jika ia sejak kecil telah banyak mengetahui ayat al-Quran. Sebagaimana umumnya diketahui, dalam kehidupan pendidikan agama keluarga muslim yang taat, pelajaran membaca al­Quran merupakan salah satu sendi utama pendidikan keluarga. Menjelang usia dewa­sanya, ia sesungguhnya

MENGENAL AIN AL-QUDAH

Ain al-Qudah adalah sufi yang me­ngalami nasib yang sama dengan al-Hallaj. Dalam usia 33 tahun ia dipenjara dan di­hukum mati oleh pihak penguasa, di Hamazan, Iran, pada 1131 (525 H). Nama lengkapnya adalah Abu al-Ma’ali Abdullah bin Abi Bakar Muhammad bin Ali al-Miya­naji al-Hamazani. Ia lahir di Hamazan pada 1098 (492 H) dari keluarga terpela­jar,

MENGENAL AHMAD AMIN

Ahmad Amin adalah seorang sarjana dan penulis terkenal dari Mesir. Dia dlia­hirkan di Kairo pada 1 Oktober 1886 (2 Muharam 1304 H), dan meninggal pada 30 Mei 1954 (30 Ramadan 1373 H). Setelah menyelesaikan pendidikannya di al-Azhar dan Perguruan Tinggi Hukum Islam, Ahmad Amin bekerja sebagai ha­kim pada suatu lembaga pengadilan nege­ri. Pada 1936 Amin

MENGENAL AHMAD BIN IDRIS

Ahmad bin ldris atau lengkapnya Ah­mad bin Idris bin Muhammad bin Ali ada­lah pendiri tarekat Idrisiyah. Ia seorang sa­yid (turunan Nabi) ya.rig lahir dari keluar­ga yang saleh di Maisur, dekat kota Fez, Marokko, pada 1760 (1173 H), dan wafat di Sabya, yang terletak dalam wilayah `Asir (Saudia Arabia) pada 1837 (1253 H). Setelah mempelajari al-Quran,

MENGENAL MUHAMMAD ABDUH

Muhammad Abduh   lahir dari keluar­ga petani di Mesir pada sekitar 1849 (1244 H). Ayahnya, Abduh Hasan Khai­rulblh berasal dari Turki, sedangkan ibu­nya keturunan Arab. Sebagaimana layak­nya “seorang anak yang dibesarkan dalam keluarga Yang taat beragama, sejak kecil Abduh sudah diajar membaca al-Quran. Selain membaca al-Quran, ia pun diajar menulis. Sekitar usia 13 tahun, ia diki­rim

MENGENAL AHMAD HASSAN

Ahmad Hassan dilahirkan di Singapura pada 1887 dari keluarga campuran, ayah berasal dari India dan ibu Indonesia. Ayahnya, Ahmad., adalah seorang penulis, ahli kesusastraan Tamil, dan juga ahli tentang Islam. Dalam bidangnya, ayahnya dapat dipandang relatif produktif. Selain pernan menjadi redaktur Nur-al-Islam, majalah agama dan sastra Tamil, ayahnya telah menulis sejumlah buku dalam bahasa Ta­mil,

MENGENAL HAJI ABDULHALIM

Haji Abdulhalim, dilahirkan pada 1887 (1303 H) di Ciboierang, Majalengka, Jawa Barat. Ayahnya seorang penghulu di Jati­wangi, Kuningan. Kecuali kedua orang tuanya yang berasal dari keluarga yang taat beragama, sesungguhnya, kaum kera­batnya mempunyai pertalian kekeluargaan dengan kaum priayi. Pada 1897, ketika berusia 10 tahun, Abdulhalim belajar di pesantren K.H. Anwar di desa Ranji We­tan, Majalengka.
Page 1 of 7:1 2 3 4 5 6 » Last »