CARA PENULARAN LEPTOSPIROSIS

adsense-fallback

Penularan leptospirosis pada manusia ditularkan oleh hewan yang terinfeksi kuman leptospira. Hewan penjamu kuman leptospira adalah hewan peliharaan, seperti babi, lembu, kambing, kucing, anjing, serta beberapa hewan liar, seperti: tikus, bajing, ular dan lain-lain. Penjamu reservoar utama adalah roden. Kuman leptospira hidup di dalam ginjal penjamu reservoar dan dikeluarkan melalui urin saat ber¬kemih. Manusia merupakan hospes insidentil Manusia terinfeKsi Leptospira melalui kontak dengan air, tanah (lumpur), tanaman yang telah dikotori oleh air seni dari hewan-hewan pendertita leptospirosis. Bakteri leptospira masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir (mukosa) mata, hidung atau kulit yang lecfet dan kadang-kadang melalui saluran pencernaan dari makanan yang terkontaminasi oleh urine tikus yang terinfeksi leptospira. Penularan langsung dari manusia ke manusia jarang terjadi. Penularan leptospirosis dapat secara langsung dan tidak langsung.

adsense-fallback

Penularan langsung terjadi:

1. Melalui darah, urin, atau cairan tubuh lain yang mengandung kuman leptospira masuk ke dalam tubuh penjamu.

2. Dari hewan ke manusia merupakan penyakit akibat pekerjaan, terjadi pada orang yang merawat hewan atau menangani organ tubuh hewan misalnya pekerja potong hewan, atau seseorang yang tertular dari hewan peliharaan.

3. Dari manusia ke manusia meskipun jarang, dapat terjadi melalui hubungan pada masa konvalesen atau dari ibu penderita leptos-pirosis ke janin melalui sawar plasenta dan air susu ibu.

 

Penularan tidak langsung Leptospirosis

Penularan tidak langsung terjadi melalui genangan air, sungai, danau, selokan saluran air dan lumpur yang tercemar urin hewan. Faktor-faktor risiko terinfeksi kuman leptospira, bila kontak langsung / terpajan air dan rawa yang terkontaminasi yaitu:

1. Kontak dengan air yang terkontaminasi kuman leptospira / urin tikus, saat banjir.

2. Pekerjaan tukang perahu, rakit bambu, pemulung.

3. Mencuci / mandi di sungai / danau.

4. Peternak, pemelihara hewan dan dokter hewan yang terpajan karena menangani ternak / hewan, terutama saat memerah susu, menyentuh hewan mati, menolong hewan melahirkan, atau kontak dengan bahan lain seperti plasenta, cairan amnion dan bila kotak dengan percikan infeksius saat berkemih.

5. Tukang kebun / pekerja di pekebunan.

6. Petani tanpa alas kaki di sawah.

7. Pekerja potong hewan, tukang daging yang terpajan saat memotong hewan.

8. Pembersih selokan.

9. Pekerja Tambang.

10. Pemancing ikan, pekerja tambak udang / ikan air tawar.

11. Anak-anak yang bermain di taman, genangan air hujan atau kubangan.

12. Petugas laboratorium yang sedang memeriksa spesimen kuman leptospira dan zoono¬sis lainnya.

13. Petugas kebersihan di rumah sakit dan paramedis dianggap mempunyai risiko tinggi terhadap penularan kuman leptospira.

Pada kejadian banjir besar di Jakarta tahun 2002, dilaporkan lebih dari seratus kasus leptos-pirosis dengan 20 kematian. Banjir hebat yang terjadi di awal tahun 2007 menyebabkan kasus leptospirosis kembali meledak

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback