Advertisement

Gelar akademik saijana dan magister ditempatkan di belakang nama yang berhak sedangkan gelar akademik doktor ditempatkan di depan nama. Sebutan profesional ditempatkan di belakang nama pemiliknya, walau demikian sebutan dokter masih tetap digunakan di depan nama oleh karena telah menjadi adat kebiasaan, tidak enak menyebut Sutomo dokter, tetapi enak menyebut dokter Sutomo. Rumah Sakit Cipto Dokter tidak lazim, yang lazim adalah Rumah Sakit Dokter Cipto.

Derajat akadeinik yang di dapat dari luar negeri, pencantumannya haruslah tetap memakai pola dan cara yang berlaku di negara asalnya. Tidak dibenarkan oleh Peraturan Pemerintah mengubah derajat yang didapat dari luar negeri menjadi seperti gelar dari dalam negeri. Derajat doctor of philosophy (Ph.D).tidak boleh diganti menjadi Dr. (doktor) demikian juga sebaliknya.

Advertisement

Di negeri BeIanda ada kebiasaan menyebut nama seorang sarjana dengan tambahan kata geleerde heer artinya “yang terpelajar” sedangkan untuk yang berderajat doktor diberi tambahan zeergeleerde heer atau “yang maha terpelajar”, sebagai contoh weledel zee•geleerde heer Dr. M.Sardjito, Arts dalam bahasa Indonesia berarti “yang terhormat dan yang maha terpelajar Doktor, dokter M. Sardjito”. Dengan sebutan begitu dimaksudkan supaya penyandang derajat akademik selalu menjaga sikapnya agar sesuai dengan kedudukannya, yaitu bicara benar, bisa dipercaya, satunya kata dengan perbuatan, selalu menambah mutu keilmuannya dengan terus belajar berkesinambungan (continuing education), memegang faham Non Scholae Sed Vitae DiSCill1US — terus belajar bukan untuk sekolah tetapi untuk kehidupan. Demikianlah, Noblesse Oblige kemuliaan menuntut tanggung jawab.

Advertisement